Telkom Perkuat Infrastruktur Digital Nasional di WEF Davos
DAVOS, SWISS (Soloaja.co) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas posisinya sebagai mesin utama transformasi digital nasional di panggung dunia. Dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss (19–23 Januari), Telkom memaparkan strategi besar dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kehadiran Telkom di forum bertema "Endless Horizons with Indonesia" ini didampingi langsung oleh Presiden RI bersama kementerian strategis. Agenda ini menjadi momentum vital bagi BUMN telekomunikasi tersebut untuk menggaet mitra global demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
- Rektor Untag Surabaya Raih Gelar Doktor Teknik dari UNS
- Jamin Keamanan Mudik, KAI Daop 6 dan DJKA Gelar Rampcheck
Infrastruktur Tanpa Batas: Menjangkau Pelosok hingga Global
Sebagai backbone konektivitas di negara kepulauan terbesar dunia, TelkomGroup memamerkan kekuatan infrastrukturnya yang masif. Hingga awal 2026, Telkom telah membentangkan lebih dari 180.000 kilometer kabel serat optik dan terlibat aktif dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam sesi panel "Indonesia’s Digital Renaissance", menekankan bahwa pemerataan akses adalah kunci utama ekonomi kreatif. Saat ini, jaringan TelkomGroup telah mencakup 97% populasi Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat dan terintegrasi. Telkom hadir bukan sekadar penyedia kabel, tapi sebagai penyedia infrastruktur strategis yang menarik investasi jangka panjang," tegas Dian.
- BPS Rilis Produksi Beras Nasional 2025 Melejit 13,29%
- Polres Sukoharjo Tekankan Tilang ETLE dan Pendekatan Humanis
Kedaulatan Data dan Kesiapan Era AI
Menjawab tantangan masa depan, TelkomGroup tidak hanya fokus pada kabel bawah laut. Perusahaan tengah menggenjot pengembangan Hyperscale Data Center (HDC) bersertifikasi internasional.
Di tahun 2026 ini, dua fasilitas utama yakni HDC Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam resmi siap beroperasi. Menariknya, fasilitas ini didesain khusus agar AI-ready, guna melayani kebutuhan hyperscaler dan perusahaan global yang memerlukan kapasitas komputasi tinggi namun tetap mengedepankan keamanan data nasional.
Misi Strategis: Dari Ekonomi hingga Keamanan Data
Kehadiran Telkom di Davos juga membawa tiga poin krusial untuk masa depan digital Indonesia:
* Pemerataan Akses: Target konektivitas serat optik di 90% kecamatan dan mobile broadband bagi 98% populasi.
* Keamanan Operasional: Diversifikasi jalur kabel laut untuk mencegah single point of failure demi stabilitas layanan nasional.
* Hilirisasi Digital: Mendukung digitalisasi pemerintah dan UMKM melalui kapabilitas cloud lokal yang aman.
- Aipda Arifin Juara "King of Plate" Polres Wonogiri
- Tuntas Subagyo: Polri Dibawah Presiden Sudah Tepat
Siap Berkolaborasi dengan Dunia
Menutup keterangannya, Dian Siswarini mengundang para pemain global di Davos untuk melihat Indonesia sebagai mitra strategis, bukan sekadar pasar.
"Indonesia siap berkolaborasi terbuka untuk membangun ekosistem digital yang andal. TelkomGroup berkomitmen menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah, kebutuhan industri, dan inovasi global demi menciptakan nilai jangka panjang bagi negara," tutupnya.
Keikutsertaan Telkom di WEF 2026 ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peluang investasi digital (hub digital) di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memastikan kedaulatan digital tetap di tangan bangsa sendiri.
