Seminar Self-Healing Magister Dikdas UMS Hadirkan dr. Aisah Dahlan
SOLO (Soloaja.co) – Program Studi Magister Pendidikan Dasar (Dikdas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan alumni menggelar seminar nasional bertajuk self-healing di Auditorium Mohammad Djazman, Senin (30/3).
Menghadirkan pakar neurosains dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI., acara ini sukses menyedot perhatian sekitar 400 peserta dari wilayah Solo Raya.
Ketua Program Studi Magister Dikdas UMS, Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan bahwa seminar ini menyasar kalangan guru dan orang tua sebagai audiens utama. Menurutnya, kesehatan mental pendidik dan wali murid adalah fondasi bagi terciptanya sistem pendidikan yang sehat.
- Cegah Balap Liar, Polres Sukoharjo Wadahi Gen Z Lewat Turnamen E-Sport
- Halalbihalal PSHW TM Nguntoronadi Berjalan Aman dan Kondusif
"Seorang guru atau orang tua harus sehat secara psikologis terlebih dahulu agar siswa yang dibimbing juga ikut sehat. Ini adalah komitmen kami dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental," ujar Prof. Minsih.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya berharap seminar ini mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa konsep "aman" harus mencakup aspek pribadi, publik, hingga ruang digital.
"Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga 'resep' atau alat ilmu yang bisa diterapkan. Rasa aman itu harus menyeluruh agar menjadi modal dalam membangun lingkungan yang positif," tutur Rektor.
- Bulog Surakarta Percepat Serapan Gabah, Amankan 29 Ribu Ton Beras
- Jemaat Gereja St. Ignatius Danan Ikut Misa Minggu Palma di Giriwoyo
Muhasabah sebagai Bentuk Pemulihan Diri
Dalam paparannya, dr. Aisah Dahlan atau yang akrab disapa Bu Isah menjelaskan bahwa kunci dari self-healing adalah kemampuan seseorang dalam mengenal dan mengendalikan otak mamalia guna membangun resiliensi emosi. Ia menyebutkan bahwa proses pemulihan diri ini bisa dilakukan secara mandiri jika seseorang memiliki ilmunya.
"Semakin dewasa, permasalahan yang kita hadapi semakin beragam dan kualitasnya meningkat. Maka, kita perlu membekali diri dengan teknik-teknik self-healing agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat," jelas Bu Isah.
Menariknya, Bu Isah juga mengaitkan konsep ini dengan perspektif Islam yang dikenal dengan istilah muhasabah. Ia menyarankan agar setiap individu melakukan refleksi diri di malam hari dengan cara memaafkan diri sendiri serta orang lain. Langkah ini dinilai ampuh untuk memperbaiki hubungan baik dengan sesama manusia maupun dengan sang Pencipta.
Melalui seminar ini, Magister Dikdas UMS berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa energi positif ke lingkungan keluarga maupun sekolah masing-masing.
