Bulog Surakarta Percepat Serapan Gabah, Amankan 29 Ribu Ton Beras
SOLO (Soloaja.co) – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta bergerak taktis memanfaatkan puncak musim panen raya di wilayah Solo Raya. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 29.523 ton setara beras telah berhasil diserap dari petani lokal. Angka ini setara dengan 31,5 persen dari total target serapan tahunan sebesar 93.750 ton.
Pemimpin Kantor Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan reaksi cepat atas penugasan pemerintah guna menjaga stabilitas pangan di tujuh wilayah, yakni Surakarta, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen.
- Earth Hour Alila Solo, Padukan Harmoni Musik dan Material Daur Ulang
- Menteri LH Tinjau Putri Cempo, Respati Pastikan Perangi Open Dumping
"Kami sudah melakukan penyerapan sejak pertengahan Januari karena beberapa titik sudah mulai panen. Tren ini terus meningkat sejak awal Februari karena panen musim pertama mulai merata di seluruh wilayah Solo Raya," jelas Nanang, Minggu (29/3).
Harga Gabah Terjaga
Dalam proses serapan ini, Bulog terjun langsung ke tingkat petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga bekerja sama dengan penggilingan padi setempat. Harga beli yang ditetapkan pemerintah saat ini adalah Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP).
Nanang menilai harga tersebut merupakan angka terbaik yang mampu menutup biaya operasional petani. "Hadirnya Bulog menjadi patokan harga minimum di lapangan, sehingga petani terlindungi dan bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik lagi," tambahnya. Keberhasilan serapan ini diakui sebagai hasil sinergi kuat antara Bulog, Pemerintah Daerah, Babinsa, hingga petugas PPL.
- Tradisi Grebeg Syawal di Solo Safari, Momentum Nguri-uri Budaya
- Gedung Baru Panti Asuhan Aisyiyah Kottabarat Diresmikan
Stok Pangan Melimpah
Terkait ketahanan pangan, masyarakat Solo Raya diimbau untuk tidak khawatir. Saat ini, Bulog Surakarta menguasai stok sebesar 76.000 ton setara beras. Seluruh stok tersebut tersimpan aman di 9 gudang induk milik Bulog dan 10 gudang sewa.
"Stok ini akan terus bertambah seiring penyerapan yang masih berjalan. Kondisi stok di Solo Raya saat ini lebih dari cukup," tegas Nanang.
Selain mengamankan stok cadangan, Bulog juga fokus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pada tahun 2026, target penyaluran beras SPHP dipatok sebesar 19.663 ton. Selain itu, penyaluran Bantuan Pangan untuk periode Februari hingga Maret tercatat mencapai 17.472 ton.
Dengan cadangan yang melimpah dan serapan yang terus berjalan, Bulog optimistis ketahanan pangan di wilayah Solo Raya tetap terjaga kokoh sepanjang tahun ini.
