Cegah Balap Liar, Polres Sukoharjo Wadahi Gen Z Lewat Turnamen E-Sport

Kusumawati - Minggu, 29 Maret 2026 19:17 WIB
AKP Askolani menyerahkan piala juga kompetensi E-Sport tingkat kecamatan Mojolaban Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Polres Sukoharjo melakukan terobosan kreatif dalam merangkul generasi muda (Gen Z) guna menekan angka kenakalan remaja dan aksi balap liar.

Langkah tersebut diwujudkan melalui perhelatan turnamen E-Sport tingkat Kecamatan Mojolaban yang digelar di Angkringan Omah Karang, Desa Plumbon, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari ini diikuti oleh 16 tim yang berasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat.

Hadir meninjau langsung lokasi pertandingan, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sukoharjo dan Kapolsek Mojolaban AKP Askolani.

Dalam sambutannya, AKP Askolani B menegaskan bahwa turnamen ini merupakan ruang positif yang sengaja diciptakan Polri untuk mengalihkan energi muda ke jalur prestasi.

“E-Sport kini telah menjadi cabang olahraga internasional. Kami ingin memberikan alternatif kegiatan yang produktif bagi pelajar agar terhindar dari balap liar dan hal negatif lainnya. Juara dari tingkat kecamatan ini nantinya akan mewakili Mojolaban ke tingkat Kabupaten,” jelas AKP Askolani.

Persaingan Kompetitif dan Sportif

Setelah melalui babak kualifikasi yang sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, tim dari SMK 2 Solo berhasil keluar sebagai juara pertama. Prestasi tersebut disusul oleh tim SMK 1 Sukoharjo di posisi kedua, serta tim gabungan SMAN 1 Polokarto dan SMK Bina Karya sebagai juara ketiga.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo secara simbolis menyerahkan langsung penghargaan kepada para pemenang. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah bertanding dengan jujur dan disiplin.

Komitmen Jaga Kamtibmas

Melalui pendekatan hobi dan tren kekinian, Polres Sukoharjo berharap pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda. Kedekatan antara kepolisian dan pelajar diharapkan mampu menciptakan situasi wilayah yang aman, kondusif, dan bebas dari gangguan sosial.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pengamanan wilayah tidak hanya dilakukan melalui patroli fisik, tetapi juga melalui pembangunan karakter dan penyaluran minat bakat generasi penerus bangsa.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS