Seminar Nasional Teknik Sipil XV UMS, Bahas Tantangan dan Strategi Geoteknik

Kusumawati - Selasa, 19 Mei 2026 14:11 WIB
Ketua Panitia, Agus Susanto, S.T., M.T., (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional XV di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (19/5). Forum ilmiah tahunan ini mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi guna membedah tantangan besar pembangunan infrastruktur di tengah ancaman bencana dan dinamika perubahan iklim.

Ketua Panitia, Agus Susanto, S.T., M.T., melaporkan bahwa seminar kali ini mengusung tema "Tantangan dan Strategi Geoteknik dalam Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim". Antusiasme peserta tergolong tinggi dalam ruang diskusi ini.

“Dari total 67 makalah yang masuk, sebanyak 62 makalah lolos seleksi dan dipresentasikan dalam kegiatan,” urai Agus.

Adaptasi Material Terhadap Perubahan Suhu

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara akademisi, birokrasi, dan industri mutlak diperlukan demi menjawab tantangan masa depan. Fenomena alam hari ini dinilai menuntut formula pembangunan yang berbeda.

“Sekrung suhu berubah sangat cepat. Konon perubahan suhu di kota-kota besar sudah naik sekitar dua derajat dibandingkan 10 tahun sebelumnya. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap *raw material* bangunan seperti bata, beton, maupun besi,” jelas Rektor UMS.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur modern tidak lagi hanya bertumpu pada aspek kekuatan fisik bangunan semata, melainkan juga harus mempertimbangkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim serta risiko kebencanaan yang melekat pada wilayah tersebut.

Kerawanan Geografis Jawa Tengah

Tinjauan dari sisi kebencanaan dipaparkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wahyudi Fajar, M.Si. Ia mengupas kondisi geografis Jawa Tengah yang memiliki tingkat kerawanan banjir dan longsor yang cukup tinggi. Wilayah tengah didominasi batuan tua yang mengalami pelapukan sehingga rentan longsor, sementara kawasan Pantura didominasi dataran endapan.

Secara khusus, Wahyudi menyoroti kawasan bekas Selat Muria yang kini telah berubah menjadi daratan. Wilayah yang meliputi Grobogan, Pati, Demak, Kudus, dan Jepara tersebut secara alami merupakan jalur aliran air, baik dari laut maupun pegunungan, sehingga memiliki potensi genangan yang tinggi saat curah hujan ekstrem meningkat.

“Banjir menjadi bencana dengan tingkat risiko tertinggi di Jawa Tengah. Karena itu, peran akademisi dan lulusan teknik sipil sangat dibutuhkan dalam perencanaan drainase, pembangunan jembatan, talud, hingga sistem pengendalian air,” tegas Wahyudi.

Inovasi Akar Tanaman dan Solusi Lapangan

Dari meja riset, dosen Teknik Sipil UMS, Gayuh Aji Prasetyaningtiyas, S.T., M.Eng., Ph.D., memaparkan inovasi mengenai interaksi akar tanaman dengan tanah menggunakan metode centrifuge untuk menjaga kestabilan lereng pada kondisi tanah jenuh sebagian. Penelitian ini memanfaatkan simulasi gravitasi hingga 15 kali gravitasi bumi guna memodelkan kondisi lereng berskala besar.

Sebelum pengujian, karakteristik tanah dianalisis secara mendalam melalui *direct shear* dan *soil water characteristic curve* untuk mengetahui kekuatan tanah saat menguap maupun basah, disusul dengan mempelajari morfologi akar tanaman yang digunakan.

Sementara itu, perspektif praktisi dihadirkan oleh Pria Ardhana, S.T., M.T. dari PT. Tetrasa Geosinindo. Ia membagikan pengalaman empiris penanganan longsor masif di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang pada 2021 silam yang sempat memutus urat nadi logistik masyarakat.

Longsor kala itu dipicu oleh kombinasi pelapukan lereng dan adanya kebocoran aliran drainase yang merembes masuk ke bidang gelincir tanah. Penanganan di lapangan dilakukan secara terukur melalui analisis tanah, pemodelan lereng, hingga aplikasi struktur perkuatan gabungan antara dinding penahan beton dan material geosintetik.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS