World Hearing Day, Perhati-KL Solo Skrining Pendengaran Siswa
SOLO (Soloaja.co) – Memperingati World Hearing Day 2026, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (Perhati-KL) Cabang Solo menggelar aksi sosial di SMPN 5 Surakarta, Senin (9/3).
Mengusung tema "Dari Komunitas ke Ruang Kelas", kegiatan ini menyasar deteksi dini gangguan pendengaran pada ratusan siswa di Solo Raya.
Ketua Perhati-KL Solo, Dr dr Hadi Sudrajad, Sp.T.H.T.B.KL, Subsp. Oto.(K), M.Si. Med menjelaskan bahwa skrining kali ini menggunakan aplikasi terbaru Screening H (Skrining Edge) hasil pengembangan Universitas Padjadjaran. Teknologi ini memungkinkan deteksi gangguan pendengaran secara akurat hanya melalui perangkat gawai atau laptop.
- ISI Solo dan Masjid Zayed Jalin Kerja Sama Diplomasi Budaya
- PKS Sukoharjo Salurkan Bantuan Satgas K2 untuk 42 Kader
"Target kami minimal 200 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Hari ini di SMPN 5 kami periksa 100 siswa, besok di MI Al Islam, dan Kamis di SMAN 9 Surakarta," ujar Hadi di sela kegiatan.
Selain pemeriksaan, para dokter memberikan edukasi mengenai tiga pemicu utama gangguan pendengaran pada anak: infeksi telinga, sumbatan kotoran, dan paparan bising dari penggunaan earphone yang berlebihan.
Dr. dr. Novi Primadewi, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. NO.(K), M.Kes., selaku pembicara, mengingatkan tren kerusakan saraf pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan musik atau bermain game online dengan volume keras dalam durasi lama.
- Tiga Materi Strategis Perkuat Dakwah Muhammadiyah di UMS
- AJI Solo Desak Perusahaan Media Bayar THR Utuh Tepat Waktu
"Kerusakan saraf pendengaran bersifat permanen dan tidak bisa diobati, hanya bisa direhabilitasi. Maka, pencegahan sejak di ruang kelas sangat krusial," tegasnya.
Kegiatan yang melibatkan 10 dokter spesialis dan tim Puskesmas Sibela ini meliputi skrining, penyuluhan, hingga pembersihan kotoran telinga bagi siswa yang membutuhkan.
Nindy, siswi kelas 7D SMPN 5, mengaku baru menyadari bahaya suara bising gawai setelah mengikuti pemeriksaan ini.
“Senang sekali ada kegiatan ini, sebelumnya tidak tahu kalau kesehatan telinganya itu penting. Jadi seneng ada sosialisasi seperti ini cek kesehatan juga.” Ungkap Nindy.
