UNS dan Pertamina Buka Kelas Profesi Insinyur bagi 'Perwira'
SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi memulai Kuliah Perdana Kelas Kerja Sama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) bersama PT Pertamina (Persero).
Acara yang berlangsung di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower pada Jumat (13/2/2026) ini menjadi tonggak penguatan sinergi antara akademisi dan industri energi nasional.
Penyelenggaraan kelas kolaboratif ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknik (FT) UNS dan Pertamina. Langkah ini bertujuan untuk mencetak insinyur profesional yang memiliki kompetensi teknis kuat serta wawasan keberlanjutan yang relevan dengan tantangan transisi energi global.
- UMS Kembangkan Pemberdayaan Disabilitas Lewat Jalur Olahraga
- Hilal Negatif, 1 Ramadan Pemerintah Diprediksi 19 Februari
Kemitraan Strategis Sejak 2008
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menekankan bahwa Pertamina telah menjadi mitra strategis UNS selama lebih dari satu dekade. Ia mengapresiasi kepercayaan Pertamina kepada PSPPI UNS yang kini telah menyandang akreditasi Unggul dan masuk dalam jajaran tujuh besar terbaik di Indonesia.
“Kepercayaan ini adalah amanah untuk menghadirkan pendidikan profesi berkualitas yang menjunjung tinggi etika keinsinyuran. PPI berperan strategis menjembatani pengalaman praktik lapangan dengan landasan akademik yang kokoh,” ujar Prof. Hartono.
Membangun Kapabilitas Insinyur Global
Sebanyak 382 mahasiswa yang merupakan "Perwira" (sebutan karyawan) Pertamina tercatat mengikuti program ini. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat ketahanan energi nasional.
- Sumartono Hadinoto Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Solo
- Polresta Surakarta Hadirkan Pojok Baca di Ruang SKCK
Vice President Learning Management PT Pertamina (Persero), Rosalia Ambar Yuniarti, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pengembangan SDM berstandar internasional adalah prioritas perusahaan. Sejak program ini diinisiasi pada 2023, tercatat total 1.879 Perwira Pertamina telah menempuh jalur profesi insinyur.
“Kami berharap program ini menjadi ruang tumbuh bagi para Perwira untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan serta bangsa Indonesia di tengah era transisi energi,” ungkap Rosalia.
Melalui kerja sama ini, para peserta ditantang untuk mengelola waktu secara optimal antara tanggung jawab pekerjaan dan studi, sehingga dapat lulus tepat waktu dengan kualifikasi insinyur yang adaptif dan berintegritas tinggi.
