UMS Persiapkan Ormawa Menuju Juara Abdidaya 2026

Kusumawati - Kamis, 26 Februari 2026 21:17 WIB
Workshop ormawa UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) tancap gas mempersiapkan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) untuk berlaga di ajang nasional.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui "Workshop Penyusunan Sub-Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026".

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (21/2) ini dihadiri oleh 44 Ormawa pengusul, jajaran pimpinan universitas, serta para pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Workshop ini menjadi kawah candradimuka bagi para aktivis kampus untuk mempertajam gagasan pemberdayaan masyarakat sebelum diajukan ke tingkat kementerian.

Target Juara Abdidaya dan Agen Perubahan

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Talenta Inovasi UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., saat membuka acara menegaskan bahwa PPK Ormawa adalah ruang pembuktian kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Siapa Kita? Aktivis Ormawa. Apa Tujuan Kita? Masyarakat Berdaya. Apa Target Kita? Lolos Juara Abdidaya,” seru Prof. Ihwan yang disambut antusias oleh para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, M.T., menekankan bahwa kunci proposal yang kuat terletak pada keberlanjutan dampak program. Mahasiswa didorong untuk merancang solusi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Dua Kategori Strategis: Rintisan dan Pengembangan

Dalam sesi inti yang menghadirkan pakar seperti Ir. Muhammad Alfatih Hendrawan, M.T., dijelaskan bahwa sub-proposal tahun ini terbagi menjadi dua kategori utama:
* Desa Rintisan: Diperuntukkan bagi program pemberdayaan baru yang belum pernah didanai sebelumnya, membuka ruang inovasi seluas-luasnya bagi Ormawa.
* Desa Pengembangan: Merupakan program lanjutan tahun kedua bagi desa yang sebelumnya telah didanai, guna memastikan program pemberdayaan benar-benar mengakar dan mandiri.

“Sub-proposal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi representasi gagasan pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berdampak nyata,” tegas Alfatih.

Dukungan Penuh Universitas

Pihak UMS menyatakan kesiapan teknis secara total untuk mendukung para mahasiswa. Mulai dari pendampingan penyusunan sistematika proposal yang sesuai standar nasional, monitoring evaluasi berkala, hingga persiapan menuju ajang Abdidaya—puncak penghargaan bagi pelaksana PPK Ormawa terbaik di Indonesia.

Melalui workshop interaktif ini, UMS berharap Ormawa mampu menunjukkan kualitas perencanaan yang matang dan kolaboratif. Dengan persiapan yang lebih dini dan terstruktur, UMS optimis dapat mengirimkan delegasi terbaik yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat luas sekaligus mengharumkan nama universitas di level nasional.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS