Tips Bugar! Pakar UNS Ungkap Rahasia Olahraga Saat Puasa

Kusumawati - Kamis, 26 Februari 2026 16:20 WIB
Dosen FKOR UNS, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Memasuki bulan suci Ramadan, rasa lemas dan kantuk sering kali menjadi alasan bagi banyak orang untuk menghentikan aktivitas fisik. Namun, pakar kesehatan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menegaskan bahwa berhenti berolahraga saat berpuasa justru merupakan langkah yang kurang tepat.

Dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., menjelaskan bahwa olahraga tetap krusial untuk menjaga efisiensi fungsi tubuh dan meregenerasi sel selama menjalankan ibadah puasa.

“Berpuasa bukan halangan untuk berolahraga. Selama tubuh sehat, aktivitas fisik tetap diperlukan agar kebugaran terjaga. Kuncinya adalah penyesuaian intensitas, jangan berlebihan,” jelas Dr. Intan, Kamis (26/2/2026).

Waktu Terbaik dan Jenis Olahraga

Dr. Intan merekomendasikan waktu paling ideal untuk berolahraga adalah 30 hingga 45 menit menjelang berbuka puasa. Pilihan waktu ini memungkinkan tubuh segera mendapatkan asupan energi kembali begitu selesai beraktivitas.

Pilihan waktu alternatif lainnya meliputi:
* Setelah Berbuka atau Tarawih: Memberikan energi lebih maksimal karena tubuh sudah mendapat asupan nutrisi.
* Pagi Hari: Tetap diperbolehkan asalkan asupan nutrisi saat sahur tercukupi dengan baik.

Adapun jenis olahraga yang disarankan adalah yang bersifat intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda santai, stretching, yoga, pilates, atau latihan beban ringan.

Cegah Penyakit Degeneratif di Usia Muda

Menariknya, Dr. Intan menyoroti bahwa olahraga rutin selama Ramadan bukan sekadar menjaga berat badan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi.

“Penyakit metabolik kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga usia produktif. Olahraga saat puasa membantu tubuh beradaptasi dengan keterbatasan energi sekaligus memperbaiki sistem metabolisme,” tambahnya.

Keseimbangan Gaya Hidup Sehat

Agar manfaat olahraga maksimal, Dr. Intan mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan tiga pilar pendukung lainnya:
* Nutrisi Seimbang: Perhatikan komposisi makanan saat sahur dan berbuka.
* Istirahat Cukup: Tidur yang berkualitas sangat memengaruhi kesiapan fisik saat puasa.
* Pengelolaan Stres: Ketenangan pikiran mendukung performa fisik harian.

Momentum Ramadan seharusnya menjadi titik balik untuk membangun gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Dengan tubuh yang bugar, ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS