Performa Kuat dan Sehat, CIMB Niaga Cetak Laba Rp8,8 Triliun

Kusumawati - Kamis, 26 Februari 2026 18:59 WIB
CIMB Niaga Buktikan Performa bank yang kuat dan sehat (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) resmi mengumumkan laporan keuangan tahun buku 2025 dengan capaian yang solid.

Bank swasta nasional ini berhasil membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun. Kinerja positif ini menghasilkan laba per saham (earnings per share) senilai Rp273,53, yang memperkokoh posisi fundamental perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari performa yang konsisten dan kesehatan bisnis yang terjaga. Dengan total aset konsolidasi mencapai Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025, CIMB Niaga semakin mengukuhkan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Pertumbuhan Kredit dan Dana Murah yang Sehat

Sepanjang tahun 2025, CIMB Niaga menunjukkan disiplin keuangan yang kuat dengan pengelolaan risiko yang terukur. Rasio kredit bermasalah bruto (Gross NPL) terjaga di level 1,81%, sementara biaya kredit (Cost of Credit) menurun menjadi 0,74%. Profitabilitas bank juga tetap stabil dengan perolehan Return on Equity (ROE) sebesar 13,0%.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp270,5 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar 10,1% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp189,5 triliun. Hal ini membawa rasio CASA bank berada di level yang sangat kuat, yakni 70,0%.

Di sektor pembiayaan, total kredit naik 4,5% menjadi Rp238,3 triliun. Segmen Perbankan Korporat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,7%, disusul oleh Perbankan Konsumer dan UKM. Menariknya, pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) menyumbang kenaikan signifikan pada segmen ritel dengan pertumbuhan 10,1%.

Transformasi Digital: Ekosistem OCTO yang Terintegrasi

Akselerasi digital menjadi salah satu pilar utama kesuksesan CIMB Niaga pada 2025. Tercatat sebanyak 91,6% dari total transaksi keuangan nasabah kini dilakukan melalui kanal digital, termasuk aplikasi OCTO, BizChannel@CIMB, hingga ATM.

Bank juga melakukan terobosan dengan mengintegrasikan layanan mobile dan internet banking ke dalam satu ekosistem digital bernama OCTO. Integrasi ini memungkinkan nasabah mengakses layanan secara seamless dengan satu User ID. Inovasi lain seperti OCTO Savers Payroll dan kemudahan investasi lewat kampanye #GetWealthSoon turut mendongkrak transaksi finansial melalui platform digital sebesar 48%.

Keuangan Berkelanjutan dan Sektor Syariah

CIMB Niaga Syariah terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di tanah air dengan total pembiayaan Rp55,7 triliun. Bank juga mempertegas komitmen keberlanjutan dengan mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun, atau sekitar 25% dari total portofolio pembiayaan.

Salah satu capaian penting adalah sertifikasi keberlanjutan pada 70% portofolio pembiayaan kelapa sawit serta keberhasilan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca operasional sebesar 46% dibandingkan tahun 2019.

“Di tahun 2026, kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, serta memperkuat basis CASA melalui strategi Forward30 sebagai panduan kami,” pungkas Lani Darmawan.

Editor: Redaksi
Tags CIMB NiagaperbankanBagikan

RELATED NEWS