Tim Hibah Jarpak MBKM Dukung UMKM Desa Petung Jatiyoso Beralih ke QRIS

Kusumawati - Minggu, 25 Oktober 2026 14:35 WIB
Tim Hibah Jarpak MBKM bekerja sama dengan Bina Desa HM Pelita Fakultas Pertanian UNS membina desa Petung Jatiyoso (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) – Tim Hibah Jarpak MBKM bekerja sama dengan Bina Desa Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong digitasi transaksi bagi warga desa.

Kegiatan yang berfokus pada sosialisasi dan pendampingan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) GoPay Merchant ini berlangsung di GOR Balai Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (18/10/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM serta warga Desa Petung. Selain memberikan edukasi teoretis, tim mahasiswa juga melakukan pendampingan intensif untuk memastikan masyarakat dapat mengoperasikan sistem pembayaran berbasis digital tersebut secara mendalam.

Dalam sesi materi, dua mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS, Yunus dan Respati, memaparkan pentingnya adaptasi transaksi digital di era modern. Keduanya menjelaskan cara kerja pembayaran digital, manfaat serta kelebihan QRIS, hingga tata cara pendaftaran dan pengelolaannya.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga memicu antusiasme warga untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber.

Tak berhenti pada paparan materi di dalam gedung, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan langsung di lokasi (door-to-door).

Tim mahasiswa mendatangi satu per satu rumah warga yang memiliki usaha—mulai dari warung kelontong, penjual makanan dan minuman, hingga usaha rumahan—untuk membantu pendaftaran QRIS GoPay Merchant secara praktis hingga siap digunakan.

Melalui sinergi ini, para pelaku usaha di Desa Petung diharapkan dapat memberikan opsi pembayaran nontunai yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi para pembeli. Langkah ini sekaligus menjadi pijakan awal dalam membiasakan masyarakat pedesaan bertransaksi secara digital.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌