Sufi Candra Malik Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR (Soloaja.co) – Budayawan Sufi terkemuka, Candra Malik, resmi menyandang gelar Profesor Kehormatan dari Asean University International (AUI).
Pengukuhan Prof. (HC) Dr. (HC) Hartawan Candra Malik dalam Bidang Tashawwuf dan Budaya ini berlangsung khidmat di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (5/3/2026).
Sosok yang akrab disapa Gus Can ini mengungkapkan rasa syukur mendalam atas apresiasi internasional tersebut. Bagi pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bergelar Kangjeng Pakoenegoro ini, gelar tersebut merupakan amanah besar untuk terus mensyiarkan jalan sufisme.
- Soal Dana Hibah, BRM Kusumo Ingatkan Ada Konsekuensi Hukum
- Berkah Umbul Pelem, warga Wunut Terima THR Rp 250 Ribu Perorang
Orasi Ilmiah "Menemukan Abstraksi Diri"
Dalam prosesi pengukuhan, Candra Malik menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Menemukan dan Menemui Abstraksi Diri Sendiri". Ia mendapatkan kehormatan sebagai orator pertama di hadapan senat akademik dan tamu undangan, sebelum tiga profesor lainnya turut dikukuhkan.
Selain Candra, AUI juga mengukuhkan tiga guru besar lainnya, yakni Prof. (HC) Dr. Dimas Indianto S., M.Pd.I; Prof. Dato' Dr. Mohd. Ramalan Bin Yunus; dan Prof. Dato' Dr. Haji Muhammad Bin Zakariah.
"Perasaan bahagia melampaui perasaan bangga. Saya bersyukur, ikhlas, dan ridha atas berkah ini. Ini adalah tanggung jawab yang luar biasa besar di jalan sufisme," ungkap Candra Malik.
- Safari Kebaikan: RS JIH Solo Santuni 50 Anak Yatim
- Guru PAI Banjarsari Perkuat Kompetensi Spiritual dan Kepemimpinan
Rekam Jejak "Makrifat Cinta"
Rektor Asean University International, Prof. Dato' Dr. Suhendar, S.E., S.H., LL.M., menyatakan bahwa penetapan gelar ini didasarkan pada pengamatan panjang terhadap kontribusi Candra di bidang spiritual dan kebudayaan. Salah satu parameter utamanya adalah karya monumental berjudul Makrifat Cinta.
"Kami sudah lama memantau kiprah beliau, terutama melalui karya tulis dan pemikirannya yang mendalam mengenai Tashawwuf. Beliau sangat menguasai bidang ini sehingga layak menyandang gelar profesor kehormatan," jelas Suhendar.
Pengesahan dilakukan bersama anggota Senat Akademik, YM Dato' Seri Paduka Diraja Prof. Dr. Hasbullah bin Mohd Saleh dan Prof. Bimo Wahyu Widodo. Sebagai informasi, Asean University International merupakan lembaga pendidikan yang telah mengantongi akreditasi internasional dari EAHEA (Eropa), WUAA, dan UAPCU.
