Berkah Umbul Pelem, warga Wunut Terima THR Rp 250 Ribu Perorang
KLATEN (Soloaja.co) – Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, kembali menyita perhatian publik dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya. Sebanyak 2.341 jiwa menerima bantuan tunai secara serentak di Gedung Serbaguna desa setempat, Kamis (5/3/2026).
Uniknya, THR ini diberikan kepada setiap individu yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), mulai dari bayi hingga lansia. Masing-masing warga mendapatkan Rp250.000, meningkat Rp50.000 dibandingkan nominal tahun sebelumnya.
- Safari Kebaikan: RS JIH Solo Santuni 50 Anak Yatim
- Guru PAI Banjarsari Perkuat Kompetensi Spiritual dan Kepemimpinan
PADes Tembus Rp5,1 Miliar
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp585.250.000. Dana fantastis tersebut murni bersumber dari keuntungan pengelolaan objek wisata Umbul Pelem yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Pemasukan Umbul Pelem tahun 2025 mencapai Rp5,1 miliar, meningkat dari tahun 2024 yang sebesar Rp4,7 miliar. Karena pendapatan naik, nominal THR per jiwa juga kami naikkan," terang Iwan.
Iwan menambahkan bahwa jumlah penerima tahun ini juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 2.289 jiwa menjadi 2.341 jiwa. Ia pun mengajak warga untuk terus menjaga kelestarian aset desa tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
- UMS Bertahan di Puncak Kampus Swasta dan Islam Terbaik
- Drakor Siren’s Kiss: Sinopsis dan Link Nonton Sub Indo
Satu Keluarga Bisa Terima Jutaan Rupiah
Kebijakan ini disambut antusias oleh warga yang mengantre tertib sejak pagi. Salah satu warga, Hesti Mulyani (35), mengaku sangat terbantu dengan program rutin tahunan ini. Karena anggota keluarganya berjumlah lima orang, ia membawa pulang total THR sebesar Rp1.250.000.
"Alhamdulillah, peningkatannya terasa sekali. Uangnya rencana akan saya gunakan untuk membeli baju lebaran anak-anak," ungkap Hesti semringah.
Inisiatif Desa Wunut ini menjadi percontohan kemandirian desa di Kabupaten Klaten. Dengan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa, kekayaan sumber daya alam tidak hanya masuk ke kas desa, tetapi langsung didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat secara nyata.
