SOLEC Dorong UMKM Solo Raya Bersinergi dan Naik Kelas

Kusumawati - Selasa, 05 Mei 2026 17:05 WIB
Tim SOLEC saat berdialog dengan Solo Safari (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Solo Entrepreneurs Community (SOLEC) semakin menunjukkan eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi di Kota Bengawan. Tidak hanya memperkuat ekosistem lokal melalui rencana kemitraan strategis dengan Solo Safari, komunitas ini kini mulai membidik pasar internasional dengan menyiapkan program edukasi ekspor-impor bagi para anggotanya.

Langkah ini menyusul pertemuan penting di kantor Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Selasa (5/5/2026), yang menempatkan SOLEC sebagai calon mitra untuk mengisi ruang di destinasi wisata Solo Safari pada akhir Mei mendatang.

Buka Akses Pasar Global

Ketua Umum SOLEC, Dr. H. Joko Sutrisno, M.Pd, menegaskan bahwa visi komunitasnya adalah membawa UMKM Solo Raya benar-benar "naik kelas." Untuk mewujudkan hal tersebut, SOLEC menyiapkan empat pilar pendampingan bagi para pelaku usaha agar siap bersaing di kancah global:

* Konsultasi Gratis Berkelanjutan: SOLEC membuka pintu bagi UMKM di Solo Raya untuk mendapatkan bimbingan teknis mengenai seluk-beluk dunia ekspor dan impor tanpa pungutan biaya.

* Jejaring Pasar Ekspor: Melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, SOLEC berupaya membukakan akses langsung bagi produk lokal ke pasar luar negeri.

* Edukasi Regulasi: Memberikan bimbingan terkait komoditas yang masuk dalam daftar larangan dan pembatasan (Lartas), sehingga pelaku usaha awam tidak terjebak dalam kendala birokrasi yang rumit.

* Update Regulasi: Memastikan pelaku UMKM memahami regulasi terbaru dari kementerian terkait, mulai dari dokumen Invoice, Packing List (PL), hingga NIB RBA agar proses pengiriman barang melalui Forwarder-EMKL berjalan lancar dan aman.

Sinergi Lokal dan Internasional

Upaya menembus pasar global ini berjalan beriringan dengan penguatan pasar domestik. Di Solo Safari, SOLEC mengusulkan konsep tematik "Kampung Jadul" untuk menarik wisatawan, sementara di balik layar, tim ahli SOLEC terus melakukan pembinaan teknis.

"Kami ingin para pelaku UMKM mengerti sampai ke 'lubang semut' mengenai teknis ekspor. Selama komoditasnya tidak diatur dalam Lartas, sebenarnya UMKM bisa melakukan ekspor sendiri hanya dengan modal NIB RBA dan NPWP," jelas tim teknis SOLEC dalam pertemuan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian, Agung Riyadi, mengapresiasi langkah progresif ini. Sinergi antara pemerintah, pengelola destinasi wisata seperti Solo Safari dan TSTJ, serta komunitas seperti SOLEC diharapkan mampu mengubah UMKM dari skala kecil dan menengah menjadi entitas bisnis besar yang siap menghadapi tantangan pasar yang lebih luas.

General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, memaparkan rencana penyediaan fasilitas bagi UMKM, mulai dari kios permanen hingga tenda non-permanen saat weekend dan peak season. Agenda terdekat direncanakan akan berlangsung pada 27 hingga 30 Mei 2026 mendatang.

Tidak hanya soal konsep produk, tim ahli SOLEC yang hadir—termasuk Imam Buhairi Santoso (Waka Promosi), Herawan Kristianto (Waka Pembinaan), serta bidang Humas dan Inovasi—turut memberikan masukan teknis. Mulai dari sistem ticketing, skema diskon, hingga pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM agar kemanfaatan kerja sama ini berjalan maksimal.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS