RG MIA FP UNS Laksanakan Penguatan Produksi UKM Kopi Bakalan Jos

Kusumawati - Kamis, 23 Juli 2026 17:06 WIB
RG Manajemen dan Inovasi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS di UKM Kopi Bakalan Jos Magelang (Soloaja dok. RG MIA FP UNS)

MAGELANG (Soloaja.co) - Tim Pengabdian Riset Grup (RG) Manajemen dan Inovasi Agribisnis (MIA) dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UKM Kopi Bakalan Jos di Bakalan RT 002 RW 016 Sutopati Kajoran Magelang Jawa Tengah. UKM bergerak di bidang pengolahan kopi bubuk.

Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Kusnandar, M.Si. dengan anggota Ketua: Prof. Dr. Ir. Kusnandar, M.Si, Anggota: Prof. Dr. Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P., Dr. Ir. Choiroel Anam, M.P., M.T., RR. Aulia Qonita, S.P., M.P. Isti Khomah S.P., M.Si., Prof. Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si. Dr. Nuning Setyowati S.P., M.Sc.

Program pengabdian kepada masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, didukung dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui dana APBN Tahun 2026.

UKM Kopi Bakalan Jos merupakan usaha pengolahan kopi Arabika lokal yang memproduksi kopi bubuk untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah sekitar. Usaha ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemanfaatan komoditas kopi lokal.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kopi, UKM Kopi Bakalan Jos memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang. Namun demikian, kapasitas produksi dan pengelolaan usaha masih perlu diperkuat agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Kusnandar, M.Simenjelaskan bahwa penguatan usaha kopi tidak hanya memerlukan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga dukungan teknologi tepat guna dan peningkatan kemampuan manajemen usaha. Oleh karena itu, program pengabdian ini difokuskan pada introduksi teknologi produksi kopi yang sesuai dengan kebutuhan UKM.

Upaya yang dilakukan dalam program ini adalah mengintroduksikan mesin roaster kopi, mesin grinder kopi, dan mesin continuous band sealer untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Penggunaan mesin roaster diharapkan mampu menghasilkan tingkat kematangan sangrai yang lebih seragam sehingga aroma dan cita rasa kopi menjadi lebih konsisten.

Mesin grinder akan membantu UKM melakukan proses penggilingan secara mandiri dengan tingkat kehalusan yang lebih terkontrol, sedangkan mesin continuous band sealer digunakan untuk menghasilkan kemasan yang lebih rapi, rapat, dan profesional sehingga dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar.

“UKM Kopi Bakalan Jos memiliki potensi yang baikuntuk berkembang karena didukung oleh ketersediaan bahan baku dan pengalaman usaha yang telah dimiliki. Melalui introduksi teknologi tepat guna ini, kami berharap proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas produk semakin meningkat, dan usaha mampu berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Kusnandar.

Selain introduksi teknologi, Tim Pengabdian juga memberikan pelatihan dan pendampingan terkait Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik, pembukuan usaha sederhana, serta pemasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola usaha, menjaga mutu dan keamanan produk, serta memperluas jangkauan pemasaran kopi secara lebih efektif.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mulai sejak bulan Juni 2026 dan merupakan bentuk kontribusi RG Manajemen dan Inovasi Agribisnis dalam mendukung pengembangan usaha mikro berbasis komoditas lokal. Program inijuga sejalan dengan pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan UKM, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan GMP dan pengolahan produk yang lebih higienis dan aman.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS