Reuni Jadi Rejeki, Alumni 84 SMPN 8 Solo Rintis Usaha Es Teler Ita Itu 84

Kusumawati - Jumat, 14 Agustus 2026 14:51 WIB
Sriyono Jambul inisiator kedai Es Teler Ita Itu 84 alumni 84 SMPN 8 Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Usia bukan penghalang untuk tetap produktif dan berdampak. Semangat kebersamaan dan kemandirian ini dibuktikan nyata oleh ikatan alumni angkatan 1984 SMP Negeri 8 Surakarta.

Tidak sekadar menjadi wadah bernostalgia pelepas rindu, perkumpulan alumni ini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi melalui peluncuran usaha kuliner bersama, Es Teler Ita Itu 84.

​Inisiatif pembentukan usaha bersama ini digagas oleh Ketua Alumni 84 SMPN 8 Surakarta, Sriyono Jambul. Berawal dari agenda kumpul alumni yang menaungi sekitar 450 lulusan dari sembilan kelas, muncul gagasan untuk menciptakan gerakan yang bernilai ekonomis dan produktif.

​"Langkah awal, sebanyak 16 alumni berkomitmen menyatukan langkah dengan mengumpulkan modal awal masing-masing sebesar Rp1 juta. Lalu terbentuklah warung Es Teler Ita Itu 84, dan target kami bisa membuka 16 gerai di Soloraya," ungkap Sriyono Jambul.

​Usaha kuliner bersama ini resmi diluncurkan pada Jumat (14/8/2026) pukul 10.00 WIB di gerai pertamanya yang berlokasi di Jalan Kahar Muzakir No. 152, Mojo, Pasar Kliwon, Solo. Acara peresmian dilakukan oleh Purwadi, pengusaha transportasi yang juga Mantan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2016–2021.

​Mengandalkan pengalaman panjang Sriyono di industri kuliner sejak era 1990-an, unit usaha ini menyajikan racikan menu minuman segar unggulan seperti es teler, es kolak istimewa, es buah, hingga es degan dengan aneka varian rasa.

​Berbeda dari olahan es pada umumnya, menu es kolak diracik secara khusus dengan penyusunan bahan segar secara langsung—mulai dari pisang, kelapa muda, kolang-kaling, hingga nangka—sebelum disiram kuah khas.

Sementara untuk menu es teler, kualitas premium tetap dijaga dengan menggunakan durian murni tanpa perisa sintetik, dengan harga yang tetap terjangkau yakni Rp17.000.

​Sebagai langkah awal, Sriyono memimpin langsung seluruh rantai operasional, mulai dari pemilihan bahan mentah, pengolahan, hingga strategi pemasaran. Langkah ini sekaligus menjadi sarana pelatihan praktis bagi anggota alumni lainnya agar memahami tata kelola bisnis kuliner dari hulu ke hilir.

​Sistem pengelolaan keuangan usaha ini juga dirancang secara visioner untuk ekspansi jangka panjang. Sebagian besar laba bersih disimpan di kas manajemen guna mendanai pembukaan cabang baru. Pengembangan jaringan ini diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja serta memperkuat ekosistem UMKM lokal.

​Dalam peresmian tersebut, Purwadi menyampaikan rasa bangga atas konsistensi dan ide cerdas para alumni.

​"Keberanian untuk terus berinovasi dan membangun kolaborasi bisnis di usia matang merupakan contoh teladan yang sangat inspiratif," ujar Purwadi.

​Gerakan nyata dari para alumni SMPN 8 Surakarta angkatan 1984 ini diharapkan mampu memantik motivasi generasi muda untuk tidak ragu melangkah menjadi pelaku UMKM yang kreatif, mandiri, dan pantang menyerah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS