Pupuk Indonesia Salurkan CSR Untuk Petani Sukoharjo
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat terus diperkuat. Bertempat di Kampung Macanan, Kelurahan Mandan, PT Pupuk Indonesia melalui Yayasan Puthu Djasmi Mulyo menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Kelompok Tani (Poktan) Pawon Makmur, Selasa (3/3).
Bantuan senilai Rp25.000.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan yayasan, Berliana, kepada Ketua Poktan Pawon Makmur, Toyib. Dana ini dialokasikan khusus untuk pengembangan infrastruktur dan kapasitas produksi kelompok tani lokal.
- Polres Wonogiri Tanam Jagung Serentak di Wuryorejo
- PB XIV Apresiasi Peserta Terbaik Workshop Pengantin Gagrak Surakarta
Sinergi untuk Kemandirian Pangan
Berliana menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui BUMN untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat akar rumput. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukoharjo, H. Nikolaus Roni Setiawan, yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Kami mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PT Pupuk Indonesia. Sinergi ini sangat krusial bagi kemajuan dan modernisasi pertanian di wilayah Sukoharjo," ujar Roni.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimcam Sukoharjo, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta perangkat Kelurahan Mandan.
- BMM dan PNM Wonogiri Salurkan Paket Cinta Yatim
- Sengketa Lahan PT BAS Memanas, Warga Siapkan Perlawanan Hukum
Kondisi Pertanian dan Peran Strategis Pupuk Indonesia
Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah tantangan sektor pertanian nasional yang sedang menghadapi anomali cuaca dan fluktuasi harga komoditas. Saat ini, petani dituntut untuk lebih efisien dalam pengelolaan lahan guna menjaga produktivitas tetap stabil.
PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara memegang peran vital dalam ekosistem ini. Selain memastikan ketersediaan pupuk subsidi dan nonsubsidi di seluruh pelosok negeri, perusahaan terus bertransformasi menjadi perusahaan nutrisi tanaman yang berbasis solusi digital.
Melalui program pemberdayaan seperti ini, Pupuk Indonesia tidak hanya menyediakan input pertanian, tetapi juga aktif melakukan pendampingan kepada petani agar mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian terbaru demi tercapainya kedaulatan pangan nasional.
