PB XIV Apresiasi Peserta Terbaik Workshop Pengantin Gagrak Surakarta

Kusumawati - Sabtu, 07 Maret 2026 18:54 WIB
Workshop rias pengantin gagrak Surakarta di Keraton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melalui Pamardi Busono menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan budaya Jawa dengan menggelar Workshop Pengantin Tradisional Gagrak Surakarta, Sabtu (7/3/2026). Bertempat di Kagungan Dalem Sasono Hondrowino, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari perias, model, dan peraga.

Restu Langsung dari Sri Susuhunan Pakubuwono XIV

Acara ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran langsung Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Kehadiran beliau didampingi GKR Panembahan Timoer menjadi simbol dukungan penuh otoritas tertinggi Karaton terhadap penjagaan pakem tata rias dan busana pengantin tradisional.

Pangarsa Pamardi Busono, KRMT. Pustokoningrat, mengungkapkan rasa syukurnya atas penetapan lembaga ini melalui Nawala (surat resmi) dari Sri Susuhunan.

“Alhamdulillah, acara sinau bareng ini terlaksana atas restu beliau. Semoga kegiatan ini membawa ilmu yang bermanfaat bagi para perias untuk kemudian diaplikasikan di tengah masyarakat,” ujar KRMT. Pustokoningrat.

Beasiswa Sinau Bareng di Pamardi Busono

Sebagai bentuk nyata pembinaan dan kaderisasi, Karaton memberikan apresiasi khusus bagi para peserta yang menunjukkan kompetensi terbaik.
* 10 Besar Terbaik: Akan mendapatkan beasiswa penuh untuk mendalami tata busana di Pamardi Busono dari Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.
* Seluruh Peserta: Mendapatkan fasilitas gratis biaya pendaftaran bagi yang ingin melanjutkan pembelajaran.

GKR Panembahan Timoer, selaku Paran Poro Pamardi Busono sekaligus Pengageng Sasana Wilapa, mengapresiasi antusiasme para perias yang hadir. Meski para peserta merupakan perias yang sudah handal, ia menekankan pentingnya menyelaraskan keahlian dengan standar pakem Karaton.

Menjaga Warisan Budaya Adiluhung

Juru Bicara Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.

“Dukungan penuh dari Karaton melalui program beasiswa ini bertujuan mencetak generasi penerus yang kompeten dan mampu menjaga pakem adat Karaton agar tidak luntur,” jelas KPA Singonagoro.

Workshop ini diharapkan memperkuat peran Karaton Kasunanan Surakarta sebagai pusat pelestarian budaya Jawa (pancer budaya), sekaligus menjadi jembatan ilmu antara pihak Karaton dengan para praktisi seni tata rias tradisional di berbagai daerah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS