Perkuat Citra Daerah, Magetan Luncurkan City Brand Baru, Ini Makna Filosofinya

Kusumawati - Senin, 09 Desember 2024 17:22 WIB
City brand baru Kabupaten Magetan (Soloaja.co)

MAGETAN (Soloaja.co) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan secara resmi meluncurkan city brand baru pada Senin 9 Desember 2024. City brand ini terdiri dari tagline dan logo visual yang dirancang untuk memperkuat identitas Kabupaten Magetan, sekaligus merepresentasikan potensinya di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Joko Trihono, menjelaskan bahwa tagline baru, “Magetan Ngangeni”, memiliki filosofi yang dalam.

"Tagline ini menggambarkan Magetan sebagai kota yang tak terlupakan, mampu mengundang pengunjung untuk kembali menikmati keindahan alamnya, keramahan warganya, serta kenangan-kenangan indah yang diciptakan di sini," ungkap Joko.

Konsep Logo

Selain tagline, city brand ini juga dilengkapi dengan elemen logo yang dirancang untuk mencerminkan identitas dan karakter unik Magetan. Beberapa elemen utama dalam desain logo adalah:

Gunung Lawu: Terwujud dalam bentuk huruf "M," merepresentasikan posisi Magetan yang berada di kaki Gunung Lawu dengan alamnya yang megah dan subur.

Keris: Elemen keris pada huruf "T" melambangkan kewibawaan, budaya, serta nilai-nilai luhur Pancasila.

Jalak Lawu: Burung endemik Gunung Lawu ini menjadi simbol kebijaksanaan dan penjaga, sesuai dengan kepercayaan masyarakat lokal bahwa Jalak Lawu menjaga pendaki agar tidak tersesat.

Makna Warna dan Elemen

Logo juga mengintegrasikan makna simbolis dari warna dan elemen desain:

Biru: Melambangkan kesejukan dan kenyamanan alam Magetan.

Hijau: Merepresentasikan kesuburan dan kekayaan alam.

Jingga: Menggambarkan semangat, keramahan, dan keceriaan masyarakat.

Garis Mengalir: Simbol kesejukan dan dinamika alam Magetan.

konsultan ahli city branding dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Andre Rahmanto,

Proses Perumusan

City branding ini dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Prosesnya didukung oleh konsultan ahli city branding dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Andre Rahmanto, melalui tiga tahapan utama:

1. Kajian Komprehensif: Analisis identitas lokal, survei eksternal, dan FGD bersama stakeholder.

2. Pengembangan Kreatif: Data hasil kajian diolah menjadi tagline dan desain logo.

3. Uji Publik: Partisipasi lebih dari 1.300 warga Magetan melalui survei online untuk menyempurnakan desain.

"Pendekatan partisipatif ini menjadikan city branding Magetan sebagai contoh ideal bagi daerah lain. Kami memastikan setiap langkah dilakukan dengan metode yang kredibel," ujar Dr. Andre.

City brand “Magetan Ngangeni” diharapkan menjadi pemersatu dan sumber inspirasi bagi masyarakat Magetan, sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS