OJK Solo dan Pemkab Sukoharjo Dorong Budaya Menabung Pelajar

Kusumawati - Senin, 31 Agustus 2026 20:49 WIB
OJK Surakarta gelar puncak Hari Menabung Indonesia (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) di Sekolah Rakyat Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan terus memperkuat pemahaman finansial generasi muda. Langkah ini diwujudkan lewat Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo, Senin (31/8/2026).

Kegiatan bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo, jajaran Forkopimda, serta sekitar 300 pelajar dan guru dari jenjang SD hingga SMA.

Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, menegaskan pentingnya perluasan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Program ini dirancang untuk memperkenalkan layanan keuangan formal legal sekaligus melatih kebiasaan berhemat sejak dini.

"Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. OJK menginisiasi Bulan Literasi Keuangan agar pelajar makin memahami pengelolaan uang secara bijak dan aman," ujar Mufid.

Siapkan Generasi Muda di Era Digital

Peringatan HIM yang merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 ini juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi. Seiring pesatnya perkembangan teknologi finansial, pelajar dituntut tidak hanya adaptif tetapi juga disiplin.

Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengingatkan para siswa agar kemudahan transaksi digital diimbangi dengan kontrol diri yang kuat.

"Selagi masih muda, mulailah membiasakan diri untuk menabung. Menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga membangun disiplin. Di era digital saat ini, kemudahan bertransaksi perlu diimbangi pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab," imbau Eko.

Penyerahan Simbolis dan Edukasi Keuangan

Selain seremoni, acara diisi dengan penyerahan simbolis dukungan program inklusi keuangan bagi para siswa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi interaktif yang dibawakan oleh OJK Solo, Bank Indonesia Solo, dan perwakilan lembaga jasa keuangan setempat.

Materi edukasi meliputi:

  • Pengelolaan Keuangan Dasar: Pentingnya menyisihkan uang simpanan secara rutin.
  • Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah: Edukasi mengenali dan merawat mata uang nasional dari Bank Indonesia.
  • Pemanfaatan Produk SimPel: Tata cara pembukaan dan pengelolaan rekening khusus pelajar.

Melalui kolaborasi lintas instansi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ini, OJK Solo berharap literasi finansial dapat meresap kuat sebagai bekal pembentukan mental mandiri bagi generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS