Mahasiswa Univet Gelar Aksi Menuntut Transparansi Kampus
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar aksi protes dan keprihatinan di depan Auditorium Univet, Senin (31/8/2026). Aksi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan dan fasilitas kampus yang dinilai kurang berpihak pada kenyamanan serta kebutuhan mahasiswa.
Para peserta aksi membentangkan spanduk dan poster yang menyoroti persoalan transparansi dana KKN, kuota wisuda yang menurun, belum cairnya beasiswa prestasi, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana kampus.
- PMB UMS 2026 Resmi Ditutup, Target 8 Ribu Mahasiswa Baru Terlampaui
- Kodim Surakarta Gelar Sholat Istisqa Mohon Hujan
Presiden Mahasiswa Univet Bantara, Rifais Wita Mandala, menyatakan bahwa aksi ini menjadi forum evaluasi terbuka atas capaian target kepemimpinan rektorat. Menurutnya, terdapat ketimpangan fasilitas antar gedung di lingkungan kampus, seperti kendala koneksi Wi-Fi hingga pendingin ruangan (AC) yang kurang memadai di beberapa ruang kelas.
"Kami menyoroti transparansi dana KKN, kuota wisuda yang menurun, serta fasilitas kelas, AC, dan Wi-Fi yang belum memadai. Kampus terlalu berfokus pada branding luar, namun kurang memperhatikan kenyamanan mahasiswa di dalam," ujar Rifais.
Ia juga menambahkan bahwa penurunan jumlah mahasiswa baru (PMB) berdampak langsung pada keterbatasan anggaran kegiatan mahasiswa.
- 1,446 Mahasiswa KKN UNISRI Resmi Ditarik dari Sragen
- Sinergi TIMPORA Sragen: Memperkuat Pengawasan WNA
Tanggapan Rektorat dan Sinergi Komunikasi
Menanggapi aksi tersebut, Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menemui para mahasiswa secara langsung. Ia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan dan menilai dinamika ini sebagai bentuk proses penyesuaian kepengurusan BEM yang baru.
"Aspirasi mahasiswa sebenarnya bisa disampaikan secara formal melalui surat atau audiensi langsung. Kami selalu terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan bersama," ungkap Farida.
Terkait isu penurunan PMB, Prof. Farida menjelaskan bahwa tantangan tersebut dialami oleh hampir seluruh perguruan tinggi di tingkat nasional. Kendati demikian, penerimaan mahasiswa di Univet Bantara tahun ini relatif stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Mengenai pengelolaan anggaran sarana prasarana serta pencairan beasiswa prestasi, rektorat berkomitmen untuk terus mengawal dan berkoordinasi dengan pihak yayasan selaku pengelola dana. Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan bahwa penyampaian aspirasi ke depan akan dilanjutkan melalui mekanisme audiensi resmi.
