NPC Indonesia Apresiasi Program BERDAYA Kemenpora, ToT 200 Pelatih Atlet

Kusumawati - Senin, 11 Mei 2026 16:53 WIB
Program ToT pelatih atlet disabilitas Kemenpora di Pusat Pelatihan NPCI di Delingan Karanganyar (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) — National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang resmi meluncurkan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk “BERDAYA”.

Acara kick off yang berlangsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan, Karanganyar, Senin (11/5), ini menandai babak baru dalam upaya pencarian dan pengembangan bibit atlet disabilitas di seluruh pelosok negeri.

Mencetak Pelatih Berkualitas

Program ini diikuti oleh 200 peserta terpilih dari 29 provinsi. Selama tiga hari, para peserta digembleng dengan materi kepelatihan untuk mendeteksi potensi atlet muda di daerah masing-masing.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar prestasi, melainkan pemerataan akses bagi penyandang disabilitas. "Masih banyak anak disabilitas yang punya potensi besar namun belum mendapat ruang pembinaan tepat. Kami berharap peserta melakukan yang terbaik di daerahnya," ujar Senny.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian negara yang kian besar, termasuk dukungan penuh dari Menpora Erick Thohir.

Program Berkelanjutan dan Digitalisasi

Menpora RI, Erick Thohir, menyatakan bahwa program sertifikasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun guna menambah jumlah pakar kepelatihan di daerah.

"Membangun atlet berprestasi harus dikawal figur yang mengerti cara melahirkan atlet. Dengan 22,9 juta kaum disabilitas di Indonesia, peran pelatih sangat krusial untuk mengembangkan ekosistem olahraga ini," jelas Erick.

Inovasi juga hadir melalui aspek teknologi. Pengembangan atlet kini didukung aplikasi JAGAIN (Jaksa Garda Inklusi) milik Kejaksaan Agung RI. Aplikasi ini berfungsi memantau perkembangan atlet secara real-time dari daerah hingga terkoneksi langsung ke pusat.

Reda Manthovani, selaku Jamintel Kejaksaan Agung RI sekaligus CdM Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan metode pra-pelatihan jarak jauh. "Ketua umum hingga pelatih pusat bisa memantau langsung progres atlet di daerah melalui basis data ini," pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS