Mahasiswa UMS Bedah Filosofi Bat Trang Arsitektur Vietnam

Kusumawati - Jumat, 27 Februari 2026 09:48 WIB
Mahasiswa Arsitektur UMS KKL belajar Filosofi Bat Trang Vietnam (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru saja menyelesaikan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) internasional di Vietnam.

Mengusung tema “Tracing The Life: Arsitektur sebagai Representasi Cara Hidup”, kegiatan yang berlangsung pada 5–11 Februari 2026 ini bertujuan mengeksplorasi hubungan mendalam antara budaya dan desain bangunan.

Salah satu objek kajian utama yang menarik perhatian adalah Bat Trang Pottery Museum. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Pala, dengan didampingi dosen pembimbing Ar.

Erwin Herlian, S.T., M.Ars., IAI., membedah bagaimana museum tersebut merepresentasikan budaya lokal melalui ekspresi bentuk yang unik.
Bangunan museum ini menonjolkan komposisi massa bertingkat dan melingkar yang membentuk siluet dinamis menyerupai gerak spiral. Visual ini merujuk langsung pada proses mekanis pembentukan keramik tradisional yang menjadi identitas wilayah Bat Trang.

Sinergi Fasad dan Fungsi Ruang

Menurut Erwin Herlian, keunikan Bat Trang terletak pada konsistensi antara desain eksterior dan interiornya. Susunan lengkung pada fasad tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga berlanjut menjadi elemen fungsional di dalam gedung.

“Bentuk tersebut menjadi identitas sekaligus penanda keterkaitan antara arsitektur dan konteks budaya setempat. Susunan tersebut tidak berhenti sebagai elemen fasad semata, melainkan berlanjut ke dalam sebagai undakan-undakan ruang yang dimanfaatkan untuk menata koleksi museum,” jelas Erwin, Kamis (26/2/2026).

Di lantai dua, sirkulasi pengunjung dirancang dengan alur melingkar dari kiri ke kanan. Penataan sistematis ini memungkinkan pengunjung memahami proses perkembangan karya keramik dari berbagai periode secara runtut.

Medium Pelestarian Budaya Modern

Display pameran yang terbuka dan komunikatif memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengamati detail tekstur serta perkembangan desain keramik secara leluasa. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur mampu menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai dan memori budaya.

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa UMS mendapatkan perspektif baru mengenai bagaimana arsitektur modern dapat berperan aktif dalam melestarikan warisan lokal tanpa kehilangan fungsionalitasnya. Bat Trang Museum Pottery menjadi bukti nyata perpaduan harmonis antara bentuk, sirkulasi, dan narasi budaya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS