Inovasi Baterai UNS Raih Indonesia Innovator Award 2026

Kusumawati - Rabu, 12 Agustus 2026 07:46 WIB
Inovasi Baterai UNS Raih Indonesia Innovator Award 2026 (Humas UNS)

SOLO (Soloaja.co) — Guru Besar Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T., berhasil memboyong penghargaan Indonesia Innovator Award 2026. Apresiasi bergengsi ini diserahkan langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Acara bertajuk Anugerah Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., serta Plt. Direktur Utama LPDP Yon Arsal, S.E., M.Ec., Ph.D.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menjelaskan bahwa Indonesia Innovator Award—yang sebelumnya dikenal sebagai BPPT Innovation Award—merupakan bentuk penganugerahan bagi peneliti yang sukses melangkah hingga tahap komersialisasi inovasi, baik lewat skema lisensi maupun royalti.

"Penganugerahan ini ditujukan untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi para pihak yang terkait dengan inovasi dan penerapan teknologi agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi," ujar Prof. Arif.

Konsistensi Pengembangan Baterai Nasional

Prof. Agus Purwanto, yang meraih gelar doktor dari Hiroshima University pada 2008, dinilai sukses membawa riset baterai dan penyimpanan energi keluar dari dinding laboratorium menuju industri nyata. Sejak 2020, ia memimpin Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS.

Rekam jejaknya di industri baterai nasional telah dimulai sejak dipercaya menjadi Ketua Riset Grup Baterai pada program mobil listrik nasional tahun 2012. Fokus utamanya adalah menekan ketergantungan bahan baku impor dengan mengoptimalkan sumber daya lokal.

Berbagai produk hilirisasi riset yang berhasil dirintis bersama timnya meliputi:

  • Sel baterai LFP dan NMC format 18650
  • Powerwall (kapasitas 1–5 kWh) dan rechargeable genset
  • Battery pack kendaraan listrik & Battery Energy Storage System (BESS)
  • Material katoda (NMC dan NCA) serta bahan baku lithium hydroxide & lithium carbonate

Tak hanya itu, komitmen hilirisasi Prof. Agus diwujudkan secara nyata melalui pendirian dua perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi, yakni PT Batex Energi Mandiri dan PT Polimikro Berdikari Nusantara.

Apresiasi dan Sinergi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Prof. Agus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BRIN, LPDP, mitra kementerian, serta jajaran industri seperti PT Pertamina dan PT PLN.

"Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Apresiasi saya sampaikan kepada para peneliti, mitra startup, serta keluarga yang terus mendukung di tengah berbagai tantangan," ungkap Prof. Agus.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini membuktikan riset perguruan tinggi mampu memberi dampak konkret bagi kemajuan bangsa.

Selain sesi penganugerahan, rangkaian acara juga diisi dengan Indonesia Innovator Lecture 2026 yang dibawakan oleh Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (PRIMA) melalui skema RISPRO Invitasi sebagai wujud sinergi riset terapan lintas sektor.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS