Siswa PKL SMKN 2 Sragen Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
SRAGEN (Soloaja.co) – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sragen menggelar sosialisasi program perlindungan jaminan sosial bagi ratusan calon siswa magang SMKN 2 Sragen pada Selasa (31/3/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan para pelajar terlindungi dari berbagai risiko selama menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 310 siswa yang bersiap diterjunkan ke berbagai industri, mulai dari bengkel otomotif hingga layanan perbaikan alat elektronik yang tersebar di wilayah Kabupaten Sragen.
- Pelantikan Pengurus PMI Surakarta, Siapkan Klinik & Markas Baru
- Tingkatkan Kualitas Riset, 165 Dosen UNISRI Ikuti Seminar Proposal
Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pelajar Magang
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sragen, Mohammad Chairil Anwar, menegaskan bahwa risiko kecelakaan kerja tidak memandang status, baik pekerja profesional maupun siswa magang.
“Program BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk siswa magang. Kami ingin memastikan mereka tetap aman dan terlindungi dari risiko yang mungkin terjadi selama menjalankan aktivitas di lapangan,” jelas Mohammad Chairil Anwar.
Ia juga mengimbau kepada seluruh badan usaha dan pemilik tempat usaha di Sragen untuk mewajibkan setiap siswa magang yang mereka terima sudah terdaftar dalam program jaminan sosial sebagai bentuk tanggung jawab pemberi kerja.
- Tim Para Balap Sepeda Indonesia Borong 9 Medali di Filipina
- Pangdam IV/Diponegoro Bangun Jembatan Gantung di Wonosegoro Boyolali
Dukungan Pihak Sekolah
Kepala Sekolah SMKN 2 Sragen, Dr. Sutikno, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia mendorong para siswanya untuk segera mendaftarkan diri, terutama pada dua program utama:
* Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
* Jaminan Kematian (JKM)
“Kami sangat mendukung perlindungan ini. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, siswa akan merasa lebih tenang dan fokus dalam menyerap ilmu di dunia industri karena sudah ada payung perlindungan yang jelas,” ungkap Dr. Sutikno.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun pemahaman mendalam bagi para siswa mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak mereka pertama kali bersentuhan dengan dunia kerja. Dengan perlindungan yang tepat, diharapkan program PKL tahun ini dapat berjalan lancar tanpa rasa khawatir akan risiko finansial akibat kecelakaan kerja.
