Baliho Paku Buwono XIV di Gladag Angkat Filosofi Jawa

Kusumawati - Rabu, 03 Juni 2026 10:24 WIB
Baliho PB XIV di Gladak "Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti" (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Sebuah baliho berukuran besar bergambar Paku Buwono XIV yang terpasang di kawasan Gapura Gladag, Solo, menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Selain menampilkan sosok berlatar nuansa khas Karaton Surakarta Hadiningrat, baliho tersebut memuat kalimat filosofi Jawa "Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti" serta tulisan "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV".

Menanggapi hal tersebut, kerabat Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, menegaskan bahwa pemasangan baliho di titik strategis Kota Solo itu bukan semata-mata untuk kepentingan publikasi pribadi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus meneguhkan nilai-nilai adat, budaya, dan filosofi Jawa kepada masyarakat luas.

"Pemasangan baliho ini bukan sekadar untuk publikasi. Ini merupakan bagian dari upaya meneguhkan adat dan budaya Karaton Surakarta agar semakin dikenal masyarakat," ujar KPH Eddy Wirabhumi kepada awak media, Selasa (2/6/2026).

Kalimat "Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti" yang tercantum pada baliho menjadi bagian yang paling banyak menyedot perhatian. Ungkapan Jawa Kuno tersebut mengandung makna mendalam bahwa segala bentuk angkara murka, kesewenang-wenangan, dan kesombongan hanya dapat ditaklukkan oleh kebijaksanaan, kelembutan, ketulusan, serta kesabaran.

Menurut Eddy, pesan moral ini sangat sejalan dengan nilai budaya yang selama ini dijaga di lingkungan keraton.

Ketika disinggung apakah baliho ini merupakan bentuk pengumuman resmi kepada masyarakat Solo, Eddy menyerahkan sepenuhnya penafsiran tersebut kepada publik.

"Monggo (silakan) dimaknai seperti apa. Bisa begitu, bisa ke dalam (internal Karaton Solo), bisa ke pemerintah, luas pengertiannya, karena keraton itu kondisinya lahir batin," kata Eddy.

Unggahan foto dan video mengenai baliho di kawasan Gladag ini terus menggelinding secara masif di berbagai platform digital. Fenomena ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa perhatian masyarakat terhadap simbol, tradisi, dan eksistensi warisan budaya Karaton Surakarta masih sangat besar. Keraton berharap pesan luhur tersebut dapat diresapi oleh generasi muda demi kelestarian budaya Jawa di masa depan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS