Gusti Moeng Ungkap Alasan di Balik Takhta Paku Buwono XIV Hangabehi
SOLO (Soloaja.co) — Langkah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam menetapkan Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi sebagai penerus kepemimpinan adat bukanlah keputusan sepihak.
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa penetapan ini bertumpu pada pelurusan garis keturunan. "Saya hanya ingin meluruskan sesuai garis nasabnya," ujar Gusti Moeng kepada awak media, Selasa (2/6/2026).
Sinuhun PB XIV Hangabehi, yang lahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Soerjo Soeharto pada 5 Februari 1985, merupakan putra tertua almarhum SISKS Paku Buwono XIII dari istrinya, KRAy Winari Sri Haryani. Sebelum dinobatkan, ia sempat menyandang gelar KGPH Mangkubumi sebelum akhirnya berganti menjadi KGPH Hangabehi pada akhir 2022.
- Tren Obat Kuat Herbal Naik, Jasa Maklon Jadi Solusi UMKM
- Jual Motor Tetangga di Facebook, Pemuda Solo Diamankan Polresta Surakarta
Lebih dari Sekadar Nasab
Narasumber Karaton Surakarta, KRMH Saptono Djati, menambahkan bahwa mekanisme adat pasca-wafatnya PB XIII melibatkan pertimbangan yang berlapis. Selain faktor keturunan, karakter kepemimpinan dan kemampuan mengayomi menjadi poin krusial.
"Pemilihan beliau bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Beliau dikenal santun, bertanggung jawab, memahami tata adat, serta memiliki kemampuan mengayomi keluarga besar karaton, sentana dalem, maupun abdi dalem," jelas Saptono.
Prosesi penobatan sendiri telah resmi digelar di Sasana Handrawina pada 13 November 2025 lalu melalui mekanisme musyawarah keluarga besar dan trah Mataram Islam Surakarta.
- YAKABI Latih Disabilitas Sukoharjo Sulap Limbah Kertas Jadi Topeng
- Kadin Sebut DSI Berpotensi Kurangi Praktik Under-Invoicing
Soliditas Sentana Menguat
Dukungan terhadap kepemimpinan PB XIV tampak kian solid. Cucu PB XI, BRM Nugroho Imam Santoso, menceritakan pengalamannya saat mengikuti upacara Grebeg Besar pada 28 Mei 2026 yang dipimpin langsung oleh Sinuhun baru tersebut.
Menurut Nugroho, upacara berjalan khidmat dan dihadiri oleh para sentana sepuh lintas generasi, tidak terbatas dari lingkaran dekat PB XIII saja.
"Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan di lingkungan Kasunanan Surakarta. Semoga ke depan dukungan yang semakin kuat ini dapat semakin memantapkan posisi Sinuhun," pungkasnya.
