Asta Cita, 33 Prodi Dokter Spesialis Jateng-DIY Diluncurkan

Kusumawati - Kamis, 12 Februari 2026 23:17 WIB
Gubernur Jateng hadiri launching pendirian PPDS dan PPDSS di FK UNS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co)– Langkah besar dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia resmi dimulai dari Solo. Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (12/2/2026), dilaksanakan launching pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis (PPDSS) wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran serentak di 18 lokasi nasional guna mendukung implementasi program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam percepatan pemenuhan dokter spesialis di area 4T (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).

Misi Kemanusiaan dan Distribusi Dokter

Peluncuran ini melibatkan lima institusi pendidikan besar: UGM, UNDIP, UNS, UNSOED, dan UII. Tenaga Ahli Mendiktisaintek, Prof. Dr.med. Tri Hanggono Achmad, dr., M.Si, menegaskan bahwa pembukaan prodi ini adalah misi kemanusiaan untuk menutupi rasio dokter yang belum ideal.

"Pemerintah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis untuk menutupi kekurangan di luar Pulau Jawa. Kolaborasi universitas di Jateng dan DIY adalah bukti sinergi akademisi menjamin kesehatan bangsa," tegas perwakilan kementerian tersebut.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si, selaku tuan rumah menyampaikan komitmennya dalam menjaga kualitas lulusan. "UNS meluncurkan 10 prodi baru (7 spesialis dan 3 subspesialis) bekerja sama dengan RS Moewardi dan RS UNS. Kami berkomitmen dokter yang lahir dari sini siap mengabdi dengan standar kompetensi tertinggi," jelasnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut antusias langkah konkret ini. Berdasarkan pengalamannya mengecek program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di desa-desa, kebutuhan tenaga ahli memang sangat mendesak.

“Saya sebagai Gubernur sangat mendukung sekali kegiatan ini. Kiranya ini nanti harus segera ditindaklanjuti. Makin cepat makin bagus, karena saya perlu itu,” ujar Ahmad Luthfi. Ia bahkan berencana memberikan pelatihan singkat bagi dokter umum di puskesmas sebagai langkah transisi sebelum dokter spesialis baru ini resmi bertugas.

Daftar 33 Program Studi Baru dan Sinergi RSPPU

Dalam peluncuran ini, tercatat 33 prodi baru yang siap beroperasi:
* UNDIP (15 Prodi): Meliputi Spesialis Bedah Urologi hingga Bedah Plastik, serta 10 prodi Subspesialis mulai dari Kesehatan Anak hingga Radiologi.
* UNS (10 Prodi): Spesialis Patologi Anatomi hingga Bedah Toraks, serta Subspesialis Ilmu Bedah, Kesehatan Anak, dan Obgyn.
* UGM (6 Prodi): Spesialis Pulmonologi dan Rehabilitasi Medik, serta Subspesialis Jantung hingga Patologi Anatomi.
* UNSOED: Spesialis Patologi Anatomi.
* UII: Spesialis Patologi Klinik.

Demi menjamin kualitas praktik, tujuh rumah sakit di wilayah Jateng-DIY ditunjuk sebagai calon Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU), di antaranya RSUD Margono Soekarjo, RSUP Dr. Sardjito, RSUD Soewondo Pati, RSUD Kardinah Tegal, RS Bethesda, RSUP Dr. Kariadi, dan RSUD Panembahan Senopati.

Hadir pula dalam acara tersebut jajaran pejabat kementerian, Walikota Surakarta, asosiasi pendidikan (AIPKI), lembaga akreditasi (LAM-PTKes), serta direktur rumah sakit jejaring. Momentum ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadirkan akses kesehatan spesialistik bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS