Pecinta Kucing Solo Tanam Beringin Lewat Sampah Pakan
SOLO (Soloaja.co) – Memperingati Hari Bumi 2026, komunitas Rumah Difabel Meong menggelar aksi kolaboratif bertajuk "Ngobrol Sehat dan Street Feeding" di Rumah Budaya Kratonan, Minggu (15/2).
Acara ini menjadi momentum istimewa karena menandai dimulainya kerja sama strategis antara Rumah Difabel Meong, My PetShop, dan brand pakan internasional, Royal Canin.
Founder Rumah Difabel Meong, Hening Yulia, mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan yang diberikan oleh mitra korporasi dalam kegiatan sosial ini. "Ini pengalaman yang sangat menggembirakan. Ini adalah kesempatan pertama yang kami dapatkan dari Royal Canin," ujar Hening di sela-sela acara.
- Menpora Dorong Terobosan Perawatan Fasilitas PTC Delingan
- Bupati Wonogiri Apresiasi Jetepe Festival UMKM Jatipurno
Edukasi Nutrisi dan Aksi Lapangan
Rangkaian acara yang diikuti oleh 25 peserta ini dikemas secara interaktif. Diawali dengan diskusi nutrisi kucing yang dipandu oleh drh. Laras dari Royal Canin melalui gim edukatif. Lima peserta dengan poin tertinggi berhak mendapatkan pasokan pakan selama satu bulan penuh.
Tak hanya soal nutrisi, para catlovers juga dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya sterilisasi dan vaksinasi oleh drh. Citra dari My PetShop. Usai diskusi, peserta langsung terjun melakukan Street Feeding (SF) di area belakang gedung untuk memberi makan kucing-kucing tak bertuan yang selama ini dirawat oleh relawan lokal.
Ketua Panitia, Lioni Nova Paramita, menyebutkan bahwa pertemuan ini efektif sebagai ajang silaturahmi sekaligus peningkatan kapasitas pemilik hewan peliharaan. "Sangat menyenangkan dan banyak manfaatnya. Harapannya acara seperti ini bisa digelar sesering mungkin," tuturnya.
- Erick Thohir: PPPI Delingan Terbaik di Asia Tenggara
- Doktor Baru UMS Ciptakan Buku Pancasila Perkuat Kebhinekaan
Misi 1.000 Beringin untuk Gunung Slamet
Selain kepedulian terhadap hewan, aksi ini memiliki misi lingkungan yang unik. Panitia mewajibkan peserta membawa minimal lima bungkus bekas pakan kucing ukuran satu kilogram. Sampah plastik tersebut tidak dibuang, melainkan akan digunakan kembali (reuse) sebagai pot tanaman beringin.
Langkah ini merupakan respons atas kebutuhan donasi bibit beringin untuk rehabilitasi lahan pasca-longsor di Gunung Slamet beberapa waktu lalu.
"Target kami terkumpul 1.000 plastik untuk menanam 1.000 biji beringin yang sudah kami siapkan. Jika tanaman sudah tumbuh sekitar 10 sentimeter, akan segera kami kirim ke Gunung Slamet," jelas Lioni.
Aksi ini membuktikan bahwa komunitas pecinta hewan memiliki kepedulian lintas sektor, mulai dari kesejahteraan hewan hingga upaya konservasi alam sebagai bentuk solidaritas nyata untuk bumi.
