Erick Thohir: PPPI Delingan Terbaik di Asia Tenggara
KARANGAYAR (Soloaja.co) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar.
Dalam kunjungannya pada Sabtu (14/2/2026), Erick menyebut komplek olahraga ini sebagai yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara.
PPPI Delingan berdiri di atas lahan seluas 80.262 meter persegi. Pada pembangunan tahap pertama, telah tersedia sembilan arena olahraga, wisma atlet dengan 138 kamar, hingga laboratorium sport science.
Wujud Kehadiran Negara untuk Atlet Disabilitas
Erick Thohir menegaskan bahwa pembangunan PPPI merupakan bukti nyata bahwa pemerintah di bawah instruksi Presiden Prabowo Subianto tidak membedakan dukungan fasilitas bagi seluruh atlet, termasuk para pejuang di bawah naungan NPC Indonesia.
- Doktor Baru UMS Ciptakan Buku Pancasila Perkuat Kebhinekaan
- Polres Sukoharjo Gelar Kompetisi E-Sport Pelajar Kartasura
"Ini fasilitas yang luar biasa. Pemerintah membuktikan hadir dan tidak membedakan dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC. Untuk pembangunan tahap kedua, akan kita selesaikan agar fasilitas ini terlengkapi," ujar Erick Thohir.
Menpora juga merancang mekanisme perawatan jangka panjang agar kualitas aset ini tidak menurun. Erick berencana memberikan bantuan biaya perawatan melalui sistem hibah serta membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta demi menjaga standar internasional PPPI.

Motivasi Menuju Pentas Internasional
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menyambut hangat kehadiran Menpora. Menurutnya, keberadaan PPPI adalah sumbangsih negara yang sangat berarti untuk memacu semangat atlet mengharumkan nama bangsa.
"Kami bangga dan berterima kasih kepada Bapak Menpora yang hadir memberikan motivasi luar biasa. Inilah bekal kami untuk berjuang di pentas internasional," kata Senny.
Misi Realistis Menuju Nagoya 2026
Meski fasilitas semakin mumpuni, tantangan besar menanti di Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang, Oktober mendatang. Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, memaparkan bahwa saat ini 150 atlet tengah dikirim mengikuti kualifikasi untuk mengejar poin ranking.
Namun, target medali Indonesia kali ini lebih realistis menyusul dicoretnya cabang olahraga andalan, para catur, dari ajang Nagoya 2026.
"Para catur yang menyumbang 10 emas di edisi sebelumnya tidak dipertandingkan. Jadi, kami realistis menargetkan posisi sepuluh besar di Nagoya nanti," jelas Rima.
Indonesia menargetkan minimal 120 atlet dapat lolos kualifikasi demi menjaga tradisi prestasi setelah sebelumnya sukses mendominasi di ajang ASEAN Para Games 2025.
