PB XIV Siap Bertakhta, Proses Adat dan Hukum Tuntas

Kusumawati - Selasa, 09 Juni 2026 21:35 WIB
PB XIV Hangabehi dan Kerabat Karaton Surakarta saat Grebeg Besar Idul Adha (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Suksesi kepemimpinan di Karaton Surakarta Hadiningrat telah mencapai babak baru. Seluruh aspek adat dan hukum nasional terkait penetapan Sinuhun Pakubuwono (PB) XIV dinyatakan telah selesai dan memiliki kepastian hukum yang kuat. Saat ini, pihak karaton tinggal mematangkan persiapan untuk menggelar prosesi seremonial peneguhan tahta.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, atau yang akrab disapa Gusti Moeng, di Surakarta, Selasa (9/6/2026).

Gusti Moeng menjelaskan bahwa Karaton Surakarta merupakan keraton tertua di antara seluruh keraton dan kadipaten trah Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senapati. Oleh karena itu, aturan mengenai garis keturunan (nasab) dalam suksesi kepemimpinan selalu dijaga dengan sangat ketat oleh para leluhur.

“Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya,” ujar Gusti Moeng.

Ditempa Sejak Muda

Menurut Gusti Moeng, posisi Sinuhun PB XIV bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Proses penempaan lahir dan batin telah berlangsung bertahap sejak masa pemerintahan Sinuhun PB XIII.

Saat masih menyandang gelar BRM Mangkubumi hingga kemudian menerima gelar KGPH Hangabehi, beliau telah dipersiapkan secara intensif untuk memahami tata nilai karaton, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sejak usia remaja, beliau juga sudah dibiasakan berinteraksi dengan lingkungan sentana dalem.

Perkembangan zaman yang dinamis, lanjut Gusti Moeng, menuntut sosok pemimpin karaton yang tidak hanya kokoh secara adat, tetapi juga mampu menjadi pengayom bagi keluarga besar karaton serta adaptif dalam berbagai aspek kehidupan modern.

Tinggal Menunggu Seremonial

Gusti Moeng menegaskan bahwa seluruh tahapan substansial yang krusial kini telah rampung sepenuhnya. Pihak karaton tidak lagi menghadapi kendala legalitas formal maupun adat.

“Kalau untuk adatnya sudah terpenuhi, dan juga hukum nasionalnya sudah selesai, sudah jelas. Sekarang tinggal menyiapkan prosesi seremonialnya saja, semacam resepsi atau peneguhannya, kapan waktu yang tepat untuk dilaksanakan,” jelasnya.

Saat ini, pihak Sasana Wilapa sedang merancang pelaksanaan seremonial peneguhan tersebut dan akan mengumumkannya kepada publik jika momentumnya sudah tepat. Menutup pernyataannya, Gusti Moeng memohon doa restu dari seluruh elemen masyarakat agar seluruh prosesi ke depan dapat berjalan dengan lancar demi kelestarian budaya bangsa.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS