Pasokan Bawang Merah Stabil, Kementan Pastikan Distribusi Aman Pasca Lebaran

Kusumawati - Sabtu, 05 April 2025 22:46 WIB
panen bawang merah (soloaja.co)

JAKARTA (Soloaja.co) – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa pasokan bawang merah secara nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, meski sempat mengalami fluktuasi harga menjelang dan setelah Idulfitri 2025.

Dengan berakhirnya masa liburan lebaran, distribusi dari sentra-sentra produksi ke berbagai pasar utama kini mulai berjalan normal. Salah satu indikator utamanya terlihat di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, yang menjadi acuan harga nasional. Tren suplai menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

"Sejak Jumat pagi kemarin, sudah masuk 18 mobil atau sekitar 64 ton bawang merah. Kalau sudah normal, biasanya bisa sampai 25 mobil atau sekitar 90–100 ton per hari," ujar Suminto, petugas di PIKJ, Jumat 5 April 2025.

Senada dengan itu, Jhon Munthe, seorang bandar bawang merah di pasar tersebut, menyebutkan bahwa aktivitas jual beli diperkirakan kembali pulih penuh pada akhir pekan. “Minggu ini mungkin sudah normal lagi, karena para pedagang dan tenaga bongkar-muat juga mulai kembali,” katanya.

Harga bawang merah di PIKJ sendiri masih terpantau tinggi namun stabil. Untuk kualitas super berkisar Rp40.000–Rp45.000 per kilogram, sementara kualitas medium berada di angka Rp35.000–Rp38.000 per kilogram. Pasokan yang masuk berasal dari sejumlah daerah penghasil utama seperti Brebes, Indramayu, Kendal, hingga Solok, Sumatera Barat.

Dari sisi produksi, para petani juga mulai menggenjot pengiriman. Ujang, petani sekaligus Champion Bawang Merah dari Cimenyan, Kabupaten Bandung, menyebutkan bahwa pengiriman masih di kisaran 30% karena sebagian besar lapak di pasar belum sepenuhnya beroperasi.

“Kisaran harga bawang Batuijo masih di antara Rp30.000 sampai Rp40.000. Panen akan terus berlanjut di April dan Mei di wilayah Bandung Raya,” jelasnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, mengungkapkan bahwa secara nasional, pasokan bawang merah dalam kondisi aman. Berdasarkan sistem peringatan dini (Early Warning System), pada April ini produksi siap konsumsi diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 ton.

“Dengan dukungan dari sentra-sentra utama seperti Indramayu, Pantura, Solok, dan Bandung Raya, kebutuhan nasional dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang kini menjadi sentra bawang merah terbesar kedua nasional setelah Brebes. Amri Ismail, Champion Bawang Merah dari daerah tersebut, menjelaskan bahwa pertanaman diatur secara bergiliran agar pasokan tetap terjaga sepanjang tahun.

“Saat daerah Jawa belum panen, kami panen. Saat Jawa panen raya di Mei, kami kurangi tanam. Ini strategi kami agar harga tetap stabil dan suplai ke Jawa terus berjalan,” terangnya.

Kementerian Pertanian sendiri terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta para Champion di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi, menstabilkan harga, dan memastikan ketersediaan bawang merah tetap aman bagi masyarakat Indonesia.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS