Mahasiswa KKN UMS Latih Kader Purbayan Tangani Tersedak dan Gigitan Ular

Kusumawati - Sabtu, 11 Juli 2026 17:00 WIB
KKN tematik UMS di Baki Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 28 menggelar sosialisasi dan demonstrasi penanganan kegawatdaruratan di Balai Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang menyasar kasus tersedak dan gigitan ular ini ditujukan bagi para kader kesehatan setempat. Pelatihan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) ini diikuti oleh 36 peserta. Mereka terdiri atas kader kesehatan, kepala desa, pamong desa, serta bidan desa.

Program ini sengaja dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Ketua KKN UMS Kelompok 28, Farhan Ahnaf Habibie, menjelaskan bahwa insiden tersedak dan gigitan ular masih kerap dijumpai di lingkungan masyarakat.

“Kasus tersedak jamak ditemukan pada kelompok balita dan lansia, sementara gigitan ular sering mengancam warga yang beraktivitas di area persawahan maupun perkebunan. Penanganan awal yang keliru selama ini berpotensi memicu komplikasi serius hingga mengancam keselamatan jiwa korban.” Kata Farhan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memaparkan materi seputar pengenalan kondisi darurat, penyebab, serta tanda dan gejala secara interaktif. Setelah pembekalan teori, para peserta langsung diajak mengikuti demonstrasi teknik penanganan menggunakan alat peraga. Tahapan penanganan diperagakan secara sistematis sesuai standar operasional yang berlaku.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara, ditandai dengan diskusi aktif dan sesi tanya jawab yang dinamis. Tak hanya menonton, para kader kesehatan juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung seluruh teknik pertolongan pertama dengan didampingi oleh mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi situasi darurat sehingga risiko fatalitas dapat diminimalkan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS