FT UNS Kembangkan Prototipe Sepeda Listrik Material Ringan

Kusumawati - Rabu, 07 Januari 2026 15:18 WIB
FT UNS ciptakan sepeda listrik hemat untuk perkotaan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Research Group (RG) Teknologi dan Pemrosesan Logam (METALS) berhasil mengembangkan prototipe sepeda listrik ringan yang didesain khusus untuk menjawab tantangan efisiensi transportasi perkotaan. Proyek ini merupakan bagian dari roadmap riset jangka panjang METALLIVES (Metals for Lightweight Vehicles).

Pengembangan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kendaraan, ketahanan struktural, dan aspek keberlanjutan lingkungan, yang sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua RG Metals, Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T., menjelaskan bahwa METALLIVES adalah arah riset untuk mendukung pengembangan kendaraan ringan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan berbasis teknologi pengolahan logam.

“Riset ini juga menjadi sarana pengembangan SDM, dengan melibatkan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah,” ujar Prof. Triyono.

Fokus Stabilitas di Jalanan Tidak Rata

Ketua Peneliti, Prof. Dr. Ir. Nurul Muhayat, S.T., M.T., menambahkan bahwa pengembangan prototipe ini dimulai dari desain terbaik hasil kompetisi mahasiswa tahun 2022. Dengan dukungan Program Hilirisasi Riset 2025, fokus riset diarahkan pada peningkatan kenyamanan dan stabilitas berkendara yang disesuaikan dengan kondisi jalanan di Indonesia yang umumnya tidak rata.

Pengembangan lanjutan dilakukan melalui penerapan sistem tiga suspensi serta penyempurnaan sistem kelistrikan.

“Pengembangan prototipe ini menitikberatkan pada kenyamanan, stabilitas, dan keselamatan pengguna agar sesuai dengan kondisi nyata jalan perkotaan di Indonesia,” kata Prof. Nurul.

Rangka Aluminium AA6061 dan Uji Kelayakan

Dalam proses manufaktur, rangka sepeda dibuat menggunakan material aluminium AA6061 yang dipilih karena sifatnya yang ringan, kuat, dan sesuai untuk aplikasi struktural. Proses penyambungan rangka dilakukan menggunakan metode pengelasan TIG/GTAW.

“Pemilihan material dan metode pengelasan dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur rangka sekaligus menjaga bobot tetap ringan,” imbuhnya.

Tahapan pengujian dilakukan secara ketat untuk memastikan kelayakan dan keamanan prototipe. Pengujian meliputi uji makro, uji mikro, dan uji tarik pada sambungan las, serta pengujian performa sepeda yang mengacu pada SNI 1049 Tahun 2008. Pengujian performa mencakup lintasan ergonomi, jarak tempuh, dan simulasi jalan tidak rata.

Melalui riset ini, FT UNS berkontribusi dalam mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui solusi transportasi yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS