Akun Online Lama Bisa Berbahaya, Ini Alasannya

Redaksi Daerah - Rabu, 07 Januari 2026 10:19 WIB
Bahaya! Ini Alasan Anda Harus Segera Hapus Akun Online Lama (pixabay.com/solenfeyissa)

JAKARTA — Saat ini untuk mengakses suatu layanan termasuk layanan yang gratis atau berbayar, kita diminta untuk membuat akun online terlebih dahulu.

Mungkin, memiliki banyak akun memang lebih nyaman, tapi hal ini tidak berlaku untuk kata sandinya. Semakin banyak akun dan login yang Anda lakukan, semakin besar risiko keamanan yang ditimbulkan.

Dilansir dari Reader’s Digest, menurut Wes Gyure, Direktur Eksekutif IBM Security, banyak orang menganggap akun lama yang terlupakan tidak berbahaya, padahal sebenarnya itu adalah celah keamanan besar.

BACA JUGA: Cara Mengembalikan Akun WhatsApp Anda yang Telah Diretas, Mudah dan Cepat!

Oleh karena itu, jika Anda ingin data pribadi tetap aman dari peretas, maka penting untuk menghapus akun-akun online lama Anda.

Bahaya Memiliki Akun yang Masih Login

Bahaya Memiliki Akun yang Masih Login

Setiap akun adalah target potensial bagi hacker yang ingin mencuri informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit atau rekening bank.

Bahkan, meski akun yang Anda miliki tidak menyimpan data penting, tetap berisiko karena banyak orang cenderung menggunakan password yang sama di beberapa akun sekaligus. Jika satu akun saja sudah bocor, akun lain termasuk rekening bank bisa ikut terbobol.

Dilansir dari Reader’s Digest, laporan IBM Cost of a Data Breach menyebutkan bahwa kredensial login yang bocor adalah cara utama penjahat siber mengakses data pribadi korban.

Setiap akun lama atau terbengkalai menjadi pintu masuk potensial untuk pencurian data.

Tak hanya individu, perusahaan juga sering jadi korban. Jika peretas berhasil menembus sistem perusahaan dan mendapatkan data login Anda, semua akun Anda bisa ikut terancam.

Intinya, meski Anda sudah berhati-hati, kebocoran data di perusahaan lain tetap bisa membahayakan Anda.

Akun-akun tersebut bisa jadi akun email, media sosial, akun dan email sekolah, situs layanan kesehatan, situs tiket konser, situs pemesanan tiket kereta, bus, dan pesawat, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Hati-hati! Ini 5 Modus yang Sering Digunakan Penipu di Internet

Cara Menemukan dan Menghapus Akun Lama

Cara Menemukan dan Menghapus Akun Lama

Jika sudah tidak digunakan, segera hapus Anda. Tidak ada aturan waktu pasti, tapi sebaiknya lakukan pengecekan minimal setahun sekali, berikut caranya.

  • Cek kata sandi atau password di browser
    Di browser Google Chrome, klik tiga titik di kanan atas, klik Passwords and autofill, klik Google Password Manager untuk melihat daftar akun yang tersimpan.
  • Periksa apakah kata sandi Anda pernah bocor
    Chrome atau Microsoft Edge terkadang memberi peringatan kepada pengguna jika kata sandi Anda bocor. Jika tidak ada notifikasi, bukan berarti aman. Anda bisa memeriksanya dengan cara berikut.
    Di Chrome, klik ikon tiga titik, pilih Passwords and autofill, pilih Google Password Manager, pilih Checkup.
    Anda juga bisa mengeceknya di situs gratis dan aman “Have I Been Pwned?”.
  • Periksa sistem perangkat Anda
    Cari kata “password” di PC, Mac, atau ponsel. Di Mac, fitur ini disebut Keychain Access. Dari sana, Anda bisa melihat, menghapus, atau mengganti kata sandi.
    Anda juga mungkin menemukan aplikasi pengelola kata sandi seperti NordPass, Dashlane, LastPass, 1Password, atau Bitwarden.
  • Masuk ke situs terkait
    Ganti kata sandi, nonaktifkan, atau hapus akun yang sudah tidak dipakai. Sebelum melakukan hal ini, pastikan Anda sudah mencadangkan data penting seperti foto atau informasi sebelum menghapusnya.

Itu tadi bahaya menyimpan akun-akun online lama Anda serta cara menghapus dan menemukannya. Meski begitu, sebaiknya Anda jangan hanya menghapus aplikasi dari ponsel. Tindakan ini hanya menghapus aplikasinya, bukan akunnya. Data Anda masih tersimpan di server layanan tersebut.

BACA JUGA: 5 Kebiasaan Buruk yang Buat Anda Jadi Sasaran Empuk Hacker

Untuk benar-benar aman, Anda harus menghapus akun secara resmi, atau akun tersebut akan tetap ada selamanya. Hal yang sama juga berlaku saat menghapus aplikasi lain.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 07 Jan 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS