Teguhkan Ideologi, UMS Gelar Darul Arqam Pimpinan di Klaten

Kusumawati - Rabu, 07 Januari 2026 11:48 WIB
Rektor UMS Prof Harun saat pembukaan Darul Arqam di Klaten (Soloaja)

KLATEN (Soloaja.co) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Darul Arqam Pimpinan pada Rabu-Sabtu, 7-10 Januari, di MTs Muhammadiyah Program Khusus Bayat, Klaten. Kegiatan ini bertujuan mempertegas ideologi, komitmen bermuhammadiyah, dan penguatan tata kelola amal usaha berbasis nilai tauhid.

Acara pembukaan dihadiri lengkap oleh unsur Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, hingga Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yang disebut Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., sebagai bukti nyata terwujudnya semangat One Muhammadiyah yang utuh.

Pesan Rektor: Darul Arqam Harus Dekat AUM

Dalam sambutannya, Rektor Harun menegaskan bahwa Darul Arqam sengaja tidak diadakan di hotel, melainkan dekat dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Sejak dulu saya mengusulkan agar Darul Arqam tidak dilakukan di hotel, tetapi dekat dengan AUM. Ini bagian dari peneguhan komitmen. AUM yang sering dikunjungi pimpinan itu akan menjadi rejo, menjadi magnet kebaikan dan kemajuan,” ujarnya, Rabu (7/1).

Rektor juga menyampaikan bahwa kepercayaan publik terhadap UMS terus menguat, terbukti dari jumlah pendaftar mahasiswa baru yang mendekati 3.000 orang hingga malam sebelumnya.

Ia menyampaikan empat pesan reflektif memasuki tahun 2026: evaluasi dan refleksi, penguatan kolaborasi lintas jenjang, meluruskan niat ideologis di PTM, dan menanamkan keikhlasan dalam pengelolaan kampus. Harun juga menekankan tata kelola UMS harus mengikuti sosiologi Muhammadiyah, dengan mengelola efisiensi dana untuk pengembangan strategis.

Harus Jadi Sabiqun Bil Khairat

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. H. A. Marpuji Ali, M.Si., mengajak seluruh warga UMS untuk tidak hanya menjadi muqtashid (adil) tetapi harus menjadi sabiqun bil khairat (berlomba dalam kebaikan) merujuk pada Surat Fathir ayat 32.

“Kalau UMS ingin lebih maju, maka kita tidak cukup hanya adil atau muqtashid, tetapi harus sabiqun bil khairat,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kemajuan UMS sangat ditentukan oleh perilaku warganya yang berorientasi ihsan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Kampus Harus Punya Ruh Nilai

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., dalam amanatnya menyatakan Darul Arqam strategis untuk menjaga ruh ideologi Persyarikatan.

“Tanpa nilai, sistem akan kering dan birokrasi kampus menjadi mesin tanpa jiwa. Nilai itu adalah Islam, Islam yang berkemajuan,” tegas Haedar.

Haedar menekankan bahwa Risalah Islam Berkemajuan harus diterjemahkan menjadi keunggulan akademik dan pelayanan UMS. Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah, dan melalui Darul Arqam, pimpinan diharapkan membangun karakter, integritas, dan semangat Al-Ma’un.

“Kita ingin UMS tidak hanya besar secara fisik, tetapi juga unggul dalam pembangunan manusianya. Dosen dan tenaga kependidikan UMS harus berbeda, terutama dalam akhlak, integritas, dan kepedulian sosial,” pungkasnya.

Pembukaan Darul Arqam ditutup dengan prosesi serah terima peserta kepada Master of Training dari MPKSDI PP Muhammadiyah, menandakan dimulainya proses pembinaan intensif untuk mewujudkan One UMS, One Muhammadiyah, One Destinasi, dan One Tauhid.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS