Bupati Sukoharjo Canangkan Desa Klumprit Kampung Pamcasila
SUKOHARJO (Soloaja.co) - Bupati Sukoharjo Etik Suryani mencanangkan desa Klumprit, kecamatan Mojolaban, menjadi Kampung Pancasila, pertama di kabupaten Sukoharjo, Kamis 31 Maret 2022.
Desa Klumprit dipilih sebagai pilot project kampung Pancasila terlihat menonjol dibanding desa lain, terlihat didari kesiapan dan keguyuban masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.
"Kita targetkan diawal program satu kecamatan ada satu desa atau kampung Pancasila. Nanti menjadi percontohan pemahaman nilai-nilai Pancasila di kampung tersebut," kata Bupati Sukoharjo.
- Telkomsel Siaga Siapkan Program Promo Selama Ramadhan dan Idul Fitri
- 18 Ribu Vaksin BIN Untuk Sukoharjo, Sasar Berbagai Kalangan
Kampung Pancasila digagas oleh TNI dalam hal ini Kodim 0726/Sukoharjo, saat pencanangan disaksikan pula oleh Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Forkopimda Sukoharjo.
Disampaikan Dandim Sukoharjo, Kampung Pancasila ini menggambarkan dimana NKRI terdapat, keberagaman suku, ras, agama, dan adat istiadat.
"Pencanangan Kampung Pancasila ini sangat penting untuk dilaksanakan, dalam upaya untuk menggelorakan kembali semangat hidup Gotong-royong, terciptanya kerukunan umat beragama, saling menghormati dan menghargai antar masyarakat serta memutus penyebaran paham radikal dan intoleran." Ungkap Dandim Letkol Inf Agus Adhy, usai pencanangan.
- BI Solo Dorong Kemandirian Pesantren Dengan Teknologi Pertanian Green House
- BI Solo dan TP PKK Kota Surakarta Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
Ditambahkan Dandim, Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan dasar dari pemerintahan sistem penyelenggaraan negara dan sebagai pegangan hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan Kampung Pancasila diharapkan masyarakat mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kaum milenial atau generasi muda.
“Masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika, memiliki berbagai latar belakang suku, agama dan ras, keberagaman ini harus dikelola dengan baik, agar tidak berpotensi dapat menimbulkan konflik yang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu." Tandasnya.