Visi Garuda Mabar: Bangun Persiharjo Profesional & Modern

Kamis, 15 Januari 2026 21:44 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001253894.jpg
Machmud Lutfi Husain bersama tim PT Garuda Mabar investor Persiharjo (Machmud Lutfi Husain bersama tim PT Garuda Mabar investor Persiharjo)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Komisaris Utama PT Garuda Mabar, Machmud Lutfi Husain, membawa visi besar untuk masa depan Persiharjo Sukoharjo. Tidak sekadar membangun klub sepak bola, ia bertekad menciptakan ekosistem olahraga profesional yang bernilai ekonomi dan mampu menggerakkan sektor sport tourism di Kabupaten Sukoharjo.

Machmud menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mentransformasi Persiharjo menjadi klub yang dikelola secara profesional, modern, dan berkelanjutan di bawah manajemen PT Garuda Mabar.

“Kami ingin membumikan olahraga di Sukoharjo. Sepak bola tidak hanya soal pertandingan 90 menit, tetapi bagaimana ia menjadi penggerak ekonomi dan kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Fun Run hingga Liga Tarkam Terorganisir

Sebagai langkah awal, PT Garuda Mabar telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendekatkan Persiharjo dengan masyarakat. Salah satunya adalah event Fun Run yang direncanakan berlangsung pada Februari mendatang di Solo. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi branding klub sekaligus doa bersama menjelang perjuangan Persiharjo di babak perempat final Liga 4.

“Lewat event olahraga seperti Fun Run, kami ingin semangat Persiharjo bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. Ini juga upaya membangkitkan kembali gairah sepak bola Sukoharjo,” kata Machmud.

Selain itu, Garuda Mabar juga berencana menghidupkan kembali kompetisi liga antarkampung (tarkam) yang dikemas lebih profesional dan terorganisir, sebagai sarana penjaringan talenta-talenta potensial dari akar rumput.

Soroti Keterbatasan Infrastruktur Stadion

Di balik besarnya antusiasme publik, Machmud menyoroti keterbatasan infrastruktur sebagai tantangan utama. Menurutnya, kapasitas Stadion Gelora Merdeka Jombor belum mampu menampung tingginya minat penonton saat pertandingan Persiharjo maupun laga tarkam.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dapat mempertimbangkan penambahan tribun, khususnya di sisi timur atau belakang gawang, melalui dukungan APBD.

“Percuma promosi tim dilakukan besar-besaran jika kapasitas stadion terbatas. Potensi industri sepak bola Sukoharjo sangat besar. Setiap laga tarkam selalu dipadati penonton. Jika stadion memadai, UMKM dan ekonomi warga sekitar pasti ikut tumbuh,” jelasnya.

Direktur Utama PT Garuda Mabar, Sidiq NP, menegaskan bahwa transformasi Persiharjo tidak hanya bertumpu pada prestasi di lapangan, tetapi juga pada keberlangsungan bisnis klub secara sehat dan jangka panjang.

Menurutnya, manajemen tengah membangun model bisnis berkelanjutan melalui penguatan sponsorship, penyelenggaraan event olahraga, pengelolaan merchandise, serta kolaborasi dengan UMKM dan sektor pariwisata lokal.

“Klub sepak bola modern harus dikelola layaknya entitas bisnis profesional. Target kami adalah memastikan Persiharjo memiliki sumber pendanaan yang stabil agar klub bisa berjalan konsisten dari tahun ke tahun,” tegas Sidiq.

Sementara itu, Sekjen Garuda Mabar, Elvas  menekankan pentingnya pembinaan usia dini sebagai fondasi jangka panjang klub.
Ia menyebut, Garuda Mabar berkomitmen membangun sistem pembinaan terstruktur melalui sekolah sepak bola (SSB), kompetisi usia muda, serta scouting berkelanjutan untuk melahirkan atlet lokal berkualitas.

“Kami ingin Persiharjo memiliki identitas kuat dengan pemain-pemain binaan sendiri. Pembinaan usia dini adalah investasi penting agar regenerasi berjalan dan klub tidak kehilangan karakter,” ungkap Elvas.

Sepak Bola sebagai Motor Ekonomi Daerah

Dengan pengelolaan profesional, infrastruktur memadai, dan pembinaan berjenjang, Persiharjo diharapkan mampu menjadi magnet sponsor sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar stadion.

“Harapan kami, stadion yang mampu menampung banyak penonton akan membuat sirkulasi pembiayaan tim dan perputaran ekonomi warga berjalan beriringan,” pungkas Machmud.