UTBK 2026: UNS Sambut 26.981 Peserta, Pastikan Bebas Joki

Selasa, 21 April 2026 12:16 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001591958.jpg
UTBK yang dilaksanakan di kampus UNS Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2026. Sebanyak 26.981 peserta dijadwalkan mengikuti ujian yang tersebar di tiga lokasi utama, yakni Kampus Kentingan, Kampus Mesen, dan Kampus Pabelan.

Rektor UNS, Prof Hartono, menjelaskan bahwa ujian ini akan berlangsung secara intensif hingga 29 April mendatang. Guna mengakomodasi puluhan ribu pendaftar, pihak universitas telah menyiapkan infrastruktur yang masif di setiap tahapnya.

"UNS ditugaskan menyelenggarakan UTBK dalam 18 sesi. Kami menyediakan 54 ruang ujian setiap sesi, dengan pembagian dua sesi setiap harinya," ungkap Hartono saat meninjau lokasi ujian pada hari pertama, Selasa (21/4).

Fasilitas Maksimal dan Pengawasan Ketat

Untuk menjamin kelancaran teknis, UNS menyiagakan lebih dari 1.500 unit komputer per sesi. Tak hanya itu, komputer cadangan juga tersedia di setiap ruangan guna mengantisipasi kendala sistem secara mendadak.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tahun ini. Hartono menegaskan bahwa prosedur pengawasan telah ditingkatkan untuk mencegah segala bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian. Pengawasan ketat diberlakukan mulai dari proses identifikasi peserta saat memasuki ruangan hingga pelaporan hasil ke panitia pusat.

Komitmen Kampus Inklusif

Sebagai institusi yang mengedepankan inklusivitas, UNS memberikan perhatian khusus bagi 12 peserta penyandang disabilitas. Data panitia mencatat peserta tersebut terdiri dari 7 penyandang tuna netra, 4 tuna daksa, dan 1 tuna rungu.

"Kami pastikan mereka mendapatkan aksesibilitas yang memadai sehingga dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan setara dengan peserta lainnya," tambah Hartono.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bersama panitia SNPMB Pusat, pelaksanaan sesi pertama berjalan cukup kondusif. Tingkat kehadiran peserta tercatat sangat tinggi, mencapai 97,9% atau sebanyak 1.478 orang. Sementara itu, 32 peserta atau sekitar 2,1% dilaporkan berhalangan hadir.

Prof Hartono menutup tinjauannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia yang terlibat. Ia berharap seluruh rangkaian ujian hingga akhir April nanti dapat berjalan tanpa kendala berarti.