Viral Pelari di Slamet Riyadi, Kuasa Hukum Buka Suara

Kusumawati - Jumat, 05 Juni 2026 21:48 WIB
Tigor selaku kuasa hukum Darno (kanan) (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh unggahan video yang menampilkan aksi seorang pelari di Kota Solo yang tengah berlari di dekat kereta api yang sedang melintas di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi netizen, bahkan memunculkan tudingan bahwa aksi itu berbahaya dan melanggar aturan lalu lintas.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pelari dalam video tersebut, Darno, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan narasi yang beredar. Pengusaha jersey asal Solo yang gemar berolahraga lari ini menjelaskan, aktivitas yang dilakukannya merupakan bagian dari tren "lari kalcer" (culture) untuk menikmati estetika Kota Solo.

Menurut Darno, jalur di samping rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi kerap menjadi pilihan karena areanya steril dari kendaraan bermotor. Kondisi itulah yang dimanfaatkan para pelari untuk berolahraga dengan nyaman.

"Sebenarnya bagi warga Solo, lari di samping rel kereta itu hal yang lumrah. Banyak atlet profesional dari Solo juga latihan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Jalur itu kami manfaatkan karena kosong, tidak mungkin ada sepeda motor yang masuk ke jalur kereta saat itu," ujar Darno.

Ia menegaskan, tujuan utamanya berlari murni untuk menjaga kebugaran tubuh, sementara dokumentasi foto atau video hanya bonus untuk konten di media sosial. Darno membantah keras anggapan bahwa dirinya sengaja menantang bahaya atau melawan arus kereta demi sebuah konten viral.

"Kami ini mencari sehat, tidak mungkin sengaja menantang kereta. Video yang viral itu diambil dari sudut pandang orang lain yang mungkin melihat momen itu tidak biasa, sehingga terkesan berbahaya. Padahal bagi kami, ini kegiatan rutin yang biasa dilakukan bersama teman-teman setelah subuh," tambahnya.

Sementara itu, Tigor selaku kuasa hukum Darno, menyayangkan adanya penggiringan opini negatif tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang bersangkutan. Ia pun menekankan pentingnya etika digital dalam menyebarkan sebuah informasi.

"Poin utamanya adalah kami ingin menyampaikan informasi yang berimbang. Kami mendorong netizen, konten kreator, hingga media untuk lebih disiplin digital. Jangan sampai sebuah video yang sebenarnya biasa saja, dibumbui dengan narasi tidak berdasar sehingga terkesan klien kami menantang kereta," tegas Tigor.

Lebih lanjut, Tigor menyampaikan bahwa pihak pelari kalcer berharap akun-akun yang menyebarkan video dengan narasi keliru tersebut dapat segera melakukan klarifikasi, menghapus unggahan (take down), atau menyampaikan permohonan maaf guna membersihkan jejak digital kliennya.

Terkait langkah hukum, pihak penasihat hukum menyatakan masih melakukan pertimbangan dan belum mengambil tindakan tegas seperti somasi. Fokus utama saat ini adalah memberikan edukasi dan perimbangan informasi agar masyarakat memahami fakta yang sebenarnya di lapangan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS