Rektor UMS
Selasa, 03 November 2026 10:49 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SOLO (SOLOAJA.CO) – Universitas Muhammadiyah Surakarta terus mengembangkan International Student Buddy Program melalui penguatan tata kelola, sistem pendampingan, serta pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar benchmarking yang diinisiasi Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional ke Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kegiatan studi banding tersebut dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Hospitality DRKUI UMS, Wijianto, bersama jajaran staf DRKUI dan 15 mahasiswa Buddy UMS. Rombongan berdiskusi langsung dengan pengelola serta mahasiswa Buddy dari kedua perguruan tinggi penerima untuk bertukar pengalaman dan mempelajari berbagai praktik baik.
Pengembangan program ini mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari tata kelola program, sistem pendampingan mahasiswa internasional, pengembangan kapasitas dan pemberdayaan mahasiswa Buddy, hingga penguatan kolaborasi antara DRKUI dan organisasi kemahasiswaan.
Wijianto menyampaikan bahwa program Buddy memiliki peran strategis dalam mendukung internasionalisasi kampus. Mahasiswa Buddy tidak hanya membantu mahasiswa asing beradaptasi dengan kehidupan akademik dan sosial, tetapi juga menjadi representasi keramahan serta kualitas layanan kampus.
"Kami berharap praktik baik yang diperoleh ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program Buddy UMS agar semakin terstruktur, profesional, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas pendampingan mahasiswa internasional dapat terus ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman lintas budaya yang bermakna bagi mahasiswa lokal," ungkap Wijianto, Selasa, 3 November 2026.
Pada aspek tata kelola, UMS mempelajari mekanisme pembagian peran, tanggung jawab, dan koordinasi antara pengelola International Office dan mahasiswa pendamping agar pelaksanaan tugas lebih terarah. Sementara dari sisi pengembangan kapasitas, mahasiswa Buddy dibekali kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman keberagaman, serta keterampilan pelayanan internasional.
Sinergi antara International Office dan organisasi kemahasiswaan juga menjadi fokus untuk menghadirkan kegiatan interaksi budaya yang lebih beragam. Melalui penguatan ekosistem ini, UMS optimistis program Buddy dapat menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, meningkatkan kualitas layanan internasional, dan memperkuat daya saing UMS di tingkat global.
Bagikan