Tinjau TPU Putri Cempo Respati Minta Kelola Sampah dari Hulu

Senin, 23 Februari 2026 22:10 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001394562.jpg
TPA Putri Cempo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan atensi serius terhadap sistem tata kelola limbah di Kota Bengawan. Dalam kunjungannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Senin (23/2), ia menegaskan bahwa persoalan sampah hanya bisa tuntas jika dilakukan melalui kerja sama sinergis antara pemerintah di sisi hilir dan masyarakat di sisi hulu.

Respati menyerukan Gerakan Pengelolaan Sampah secara masif guna menekan volume buangan harian. Menurutnya, keterlibatan aktif dari tingkat rumah tangga, pelaku usaha, hingga lingkungan RT/RW sangat krusial agar beban pengolahan di hilir tidak melampaui kapasitas tampung.

“Pengelolaan sampah itu ada di hulu dan hilir. Di sini (TPA) hilirnya menjadi tanggung jawab DLH melalui UPTD, dan hulunya ini tanggung jawab semua masyarakat,” ujar Respati di sela diskusi dan tinjauan lapangan.

Target Penataan Sampah Lama

Wali Kota menjelaskan bahwa pengendalian sampah dari hulu bertujuan agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan penataan sampah lama yang telah menggunung di Putri Cempo. Jika aliran sampah baru dari masyarakat tidak dikendalikan, proses revitalisasi dan penataan lahan TPA akan terus terhambat.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai melihat sampah sebagai potensi ekonomi. Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, melainkan barang yang bisa dimanfaatkan kembali atau dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Kita memerlukan keterlibatan aktif semua pihak. Saya mengajak semuanya, mari lakukan pemilahan serta mengelola sampah organik dan sisa makanan dengan lebih baik di tingkat masing-masing,” tambahnya.

Pemberdayaan dan Edukasi

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, memastikan pihaknya akan segera menggencarkan sosialisasi kepada warga dan pelaku usaha. Fokus utama DLH ke depan adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif atas sampah yang diproduksi setiap hari.

“Di hulu, kita akan gerakkan lagi pemberdayaan masyarakat. Edukasi ini penting agar masyarakat paham bahwa setiap individu punya peran dalam penanganan sampah, sehingga pelayanan di hilir pun bisa jauh lebih optimal,” terang Herwin.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Solo berharap TPA Putri Cempo tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbunan, melainkan bagian dari ekosistem pengolahan sampah yang berkelanjutan, bersih, dan berdaya guna bagi masyarakat.