Sukoharjo
Kamis, 25 Juni 2026 18:40 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo menggelar sosialisasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Ngudi Waras Mulyo II, Kelurahan Gayam, Kamis (24/6/2026) ini, diikuti oleh sekitar 30 kader dari Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bulakrejo.
Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Sukoharjo, Lurah Gayam, Kepala Puskesmas, Bidan Kelurahan, serta jajaran pengurus TP PKK dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Agenda ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dan implementasi enam SPM sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.
Melalui program ini, fungsi Posyandu diperluas tidak hanya pada sektor kesehatan semata, melainkan mencakup enam bidang pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
Kader Posyandu kini dilatih untuk mendata, mendampingi, sekaligus memberikan rujukan layanan dasar langsung di tingkat dusun dan RW.
Narasumber dari Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo, Rangga Fajar, mengungkapkan bahwa para kader sangat antusias dan aktif berdiskusi sepanjang acara.
"Alhamdulillah, testimoninya lumayan beragam, seru, cukup aktif dan rasa ingin mengetahuinya tinggi. Semoga di Kecamatan Sukoharjo dan secara umum di Kabupaten Sukoharjo, enam SPM ini bisa segera direalisasikan setelah diluncurkan oleh kabupaten," ujar Rangga.
Camat Sukoharjo, Nanang Syarifudin, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat para kader yang ia sebut sebagai "ksatria Posyandu". Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran resmi Posyandu enam SPM oleh Bupati Sukoharjo pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK sehari sebelumnya, Rabu (23/6/2026).
"Semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa semakin menambah semangat para ksatria Posyandu dan nantinya berguna bagi masyarakat luas," tutur Nanang. Ia berharap Posyandu dapat berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan dan pembangunan di tiap desa dan kelurahan.
Senada dengan Camat, Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukoharjo, Endang Nanang Syarifudin, berharap kehadiran tim kabupaten menjadi momentum bagi kader untuk memperkuat pemahaman di wilayah masing-masing.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan motivasi kepada seluruh kader sehingga nanti kita dapat mengimplementasikan Posyandu 6 SPM di wilayah kita," kata Endang.
Pendekatan Literasi dan Budaya
Menariknya, sosialisasi ini juga menggandeng Relawan Superhero Literasi, Danar Gatutkaca. Materi teknis pemerintahan dikemas secara interaktif lewat nyanyian, budaya, dan dongeng agar lebih mudah dicerna. Keterlibatan pegiat literasi ini sengaja dipilih karena salah satu indikator SPM berkaitan dengan bidang pendidikan.
"Kami ingin para ibu kembali bisa mendongeng, mencintai literasi, menyampaikan cinta buku, dan membaca. Literasi sangat tepat digandeng untuk menyampaikan hal-hal penting dari pemerintah karena penjelasannya menjadi lebih enak didengar," jelas Danar.
Perubahan fungsi Posyandu ini mendapat respons positif dari masyarakat bawah. Ketua RW 02 Kelurahan Gayam, Darus Rohman, mengaku mendapat pencerahan baru bahwa Posyandu kini bertransformasi menjadi wadah aduan multisektor.
"Kami baru mengetahui ternyata Posyandu tidak hanya melayani balita dan lansia, tetapi juga melayani aduan terkait permasalahan sosial, pendidikan, kebersihan, bahkan pekerjaan umum," ungkap Darus.
Menurutnya, keberadaan Posyandu di tingkat RT/RW akan sangat mempermudah warga dalam menyampaikan aspirasi tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor kelurahan.
Bagikan