Tim P2M UMS Edukasi Orang Tua Hadapi Era Digital

Minggu, 14 Juni 2026 20:06 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001778012.jpg
Tim P2M UMS Edukasi Orang Tua Hadapi Era Digital (Soloaja)

BOYOLALI (Soloaja.co) — Tantangan mendidik anak di era digital kian kompleks. Merespons fenomena tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan parenting pendidikan di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Sabtu (13/6).

Kegiatan bertajuk “Menjadi Orang Tua Hebat di Era Digital: Membangun Karakter Anak dan Mencegah Perundungan Melalui Pengasuhan Positif” ini dipusatkan di dua lokasi, yakni MIM Sempulur dan MIM 2 Manyaran. Sebanyak 76 wali murid hadir dengan penuh antusias menyimak pemaparan dari para pakar UMS.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa orang tua memegang peran paling strategis dalam membentengi karakter anak sejak dini, terutama dari dampak negatif teknologi dan bahaya perundungan (bullying).

“Orang tua memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak. Di era digital ini, pengasuhan tidak hanya soal mendidik, tetapi juga mendampingi anak agar mampu menyaring informasi. Karena mendidik tidak bisa mendadak,” ujar Laili.

Pentingnya Kehadiran Orang Tua

Dalam sesi materi, Dr. Dini Restiyanti Pratiwi, S.Pd., M.Pd., membedah tantangan bagi orang tua yang bekerja melalui topik kedekatan emosional. Dini secara khusus menyoroti fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan sosok ayah dalam pengasuhan yang masih marak di masyarakat.

Menurutnya, pengasuhan positif yang kuat di rumah merupakan langkah preventif terbaik agar anak tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan.

* Kehadiran Emosional: Anak tidak sekadar membutuhkan orang tua yang selalu ada secara fisik, melainkan orang tua yang benar-benar hadir secara utuh saat bersama mereka.
* Pendampingan Digital: Menjadi benteng utama agar anak-anak tidak mencari pelarian yang salah di dunia maya akibat kurangnya kasih sayang di rumah.

Bijak Bersosial Media

Melengkapi perspektif pengasuhan modern, Fatah Yasin Al Irsyadi, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai pemanfaatan teknologi secara sehat. Ia mengingatkan bahwa media sosial bak pisau bermata dua yang bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi mental anak. Orang tua dituntut aktif membimbing anak agar melek digital secara bijak.

Program P2M ini menjadi bukti nyata komitmen UMS dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai basis utama pendidikan. Sinergi antara kampus, sekolah, dan orang tua ini direspon positif oleh pihak madrasah.

Kepala MIM Sempulur, M. Sulistiyo, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UMS. Menurutnya, materi yang disajikan memberikan panduan praktis yang sangat dibutuhkan para orang tua di desa dalam menghadapi dinamika zaman.