LPS Gelar Workshop Kreator Konten Soal Prinsip 3T Penjaminan Simpanan
SOLO (Soloaja.co) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus gencar memperluas literasi keuangan masyarakat, khususnya mengenai syarat penjaminan simpanan berprinsip 3T. Langkah edukasi ini dikemas melalui ajang LPS KOL Workshop bertajuk Spending Smart, Saving Hard yang digelar di Lokananta, Surakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Sebanyak 20 key opinion leader (KOL) pilihan dari kawasan Soloraya, Semarang, dan Yogyakarta dihadirkan guna meluaskan pesan edukasi ke kalangan muda.
- Polda Jateng Rotasi 22 Jabatan PJU dan Kapolres
- BRI Salurkan Pembiayaan Perumahan, Dukung Program 3 Juta Rumah
Dalam sesi LPS Insight, Plt Kepala Divisi Kehumasan LPS, Rhein Valleno, menerangkan bahwa dana nasabah aman dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah pada tiap bank selama memenuhi prinsip 3T. Ketentuannya mencakup tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi batas penjaminan LPS, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan pihak bank.
Rhein menegaskan, pemahaman yang tepat akan kinerja LPS penting untuk memupuk kepercayaan publik agar senantiasa menabung di bank sekaligus menopang stabilitas keuangan nasional.
Dibentuk berlandaskan UU Nomor 24 Tahun 2004 yang telah diperbarui melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK), LPS kini tak hanya menjamin simpanan bank dan menangani resolusi bank, tetapi juga mengemban mandat baru untuk penjaminan polis asuransi. Keberadaan LPS menjadi benteng utama pencegahan penarikan dana massal (bank run).
- Polsek Kartasura Gelar Turnamen E-Sport Pelajar
- Forpamnas Perkuat Layanan Air Bersih Lewat Perluasan Jaringan
Sejalan dengan hal tersebut, Staf Divisi Kehumasan LPS, Hanif Janitra, menyebut keterlibatan para kreator konten merupakan strategi adaptif guna menyesuaikan pola komunikasi seiring pergeseran demografi.
Pendekatan yang lebih segar dan relevan dinilai efektif untuk merangkul generasi penerus.
Acara ini turut diramaikan dengan bincang interaktif bersama kreator konten lokal seperti Toni Belok Kiri dan Sekai, perajin kopi, hingga tantangan seru.
Para peserta seperti Toni dan Fidelia Christina menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, materi mengenai kepastian penjaminan simpanan oleh pemerintah sangat berharga untuk disebarluaskan kepada pengikut di media sosial agar anak muda kian bijak mengelola keuangan.
