'Teh Cuma-Cuma' Simbol Kepedulian PT Tambi UP Bedakah Wonosobo

Sabtu, 09 Mei 2026 08:33 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001651825.jpg
Teh Cuma Cuma aksi berbagi PT Tambi (Soloaja)

WONOSOBO (Soloaja.co) – PT Tambi terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang ikonik. Melalui Unit Produksi (UP) Bedakah, perusahaan perkebunan teh ini secara konsisten mendistribusikan program "Teh Cuma-Cuma" sebagai simbol kepedulian bagi warga di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing.

Program rutin bulanan ini menyasar spektrum penerima yang luas, mulai dari internal karyawan hingga pemangku kepentingan eksternal. Tercatat, instansi publik di tingkat kecamatan hingga perangkat desa di wilayah yang bersinggungan langsung dengan perkebunan menjadi mitra utama dalam distribusi ini.

"Tujuan utamanya adalah memperkuat harmonisasi hubungan industrial dan meningkatkan kesejahteraan sosial melalui akses produk berkualitas," Beny, perwakilan manajemen. 

Secara teknis, pendistribusian teh kemasan siap pakai ini dilakukan secara proporsional. Instansi pemerintah umumnya menerima alokasi 1 hingga 3 kg, sementara kantor desa mendapatkan jatah 5 kg. 

Di wilayah UP Bedakah, distribusi mencakup desa-desa strategis seperti Tlogomulyo, Pagerejo, Damarkasiyan, Tlogojati, Sojopuro, Purbosono, hingga Candiyasan.

Tak hanya menyasar birokrasi, bantuan ini juga menyentuh masyarakat umum yang sedang tertimpa musibah. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pusat kesehatan masyarakat, Koramil, hingga institusi pendidikan seperti SD Tlogomulyo, menunjukkan betapa cairnya kolaborasi yang dibangun oleh PT Tambi.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada sekolah. Inisiatif ini menunjukkan PT Tambi memiliki jiwa sosial yang tinggi, tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga sangat memperhatikan lingkungan pendidikan yang berada di sekitar area operasionalnya", ucap Lisa, salah satu penerima manfaat. 

Keberlanjutan inisiatif ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan publik. Dengan menjadikan teh sebagai instrumen diplomasi sosial, PT Tambi menegaskan bahwa operasional perusahaan tidak hanya berorientasi pada angka produksi, tetapi juga pada empati dan sinergi berkelanjutan dengan masyarakat di wilayah teritorialnya.