Ramadhan
Sabtu, 07 Februari 2026 12:49 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada Jumat (6/2). Dai Champions MUI Pusat, Dwi Jatmiko, hadir sebagai khatib Jumat untuk menyampaikan pesan penting mengenai Tarhib Ramadan atau persiapan menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita dan ilmu.
Kegiatan yang berlangsung di sekolah yang berlokasi di utara Masjid Al Wustha Mangkunegaran ini diikuti oleh ratusan jamaah yang terdiri dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Ramadan Bulan Penuh Keberkahan
Dalam khutbahnya, Jatmiko mengawali dengan ajakan untuk senantiasa bersyukur dan meningkatkan ketakwaan. Ia mengutip hadis riwayat Ahmad mengenai kemuliaan bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, di mana pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.
"Rasa syukur harus diwujudkan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, terutama saat kita bersiap memasuki bulan mulia ini," ujar Jatmiko di hadapan jamaah.
Memahami Esensi dan Syarat Puasa
Khatib asal Banyuanyar ini juga memaparkan secara mendalam mengenai definisi puasa, yakni menahan diri dari segala hal yang membatalkan sejak fajar hingga terbenam matahari. Namun, ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
"Ada hal-hal yang dapat mengurangi bahkan menghapuskan pahala puasa, seperti menggunjing, fitnah, iri, dengki, hingga sifat ria," tegasnya.
Ia juga merinci kriteria wajib puasa bagi mereka yang sudah balig serta memberikan edukasi mengenai golongan yang mendapatkan keringanan (rukhsah):
* Wajib Qada (Mengganti): Musafir, orang sakit yang bisa sembuh, wanita haid, nifas, serta ibu hamil dan menyusui.
* Wajib Fidyah (Membayar Denda): Orang tua renta dan penderita sakit menahun yang tidak memungkinkan untuk sembuh.
Niat Lillahita'ala
Di akhir pesan agamanya, Jatmiko menekankan bahwa ibadah puasa haruslah didasari niat murni karena Allah SWT semata, bukan karena ingin dipuji orang lain atau sekadar mengharap keuntungan duniawi.
Menutup rangkaian ibadah Jumat tersebut, ia mendoakan para jamaah agar senantiasa diberikan kekuatan untuk berbuat baik, peduli terhadap sesama manusia, agama, lingkungan, dan sistem kehidupan yang lebih baik.
Bagikan