SPPG Cangkol Fokus Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan

Senin, 09 Februari 2026 10:52 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001340357.jpg
Ketua Satgas MBG Sukoharjo Eko Sapto Purnomo meresmikan SPPG Cangkol Mojolaban (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo Cangkol, Mojolaban, resmi beroperasi mulai Senin (9/2). Selain fokus pada distribusi pangan, pusat gizi ini menaruh perhatian serius pada sektor sanitasi dan sistem pengolahan limbah agar tidak mengganggu pemukiman warga.

Ketua Satgas MBG Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan bahwa fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah aspek krusial yang tidak bisa ditawar.

Limbah Jadi Prioritas Utama

Menurut Eko Sapto, standar yang ditetapkan harus dipenuhi agar limbah dapur maupun limbah cair tidak mencemari lingkungan sekitar.
"Kami ingin kehadiran SPPG menjadi solusi bagi masyarakat, bukan menambah masalah. Pengolahan limbah harus benar-benar berfungsi sehingga air yang keluar tidak berbau dan tidak merusak lingkungan," tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo tersebut.

Satgas pun telah menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) sebagai pedoman pengelola. Fokus utama diberikan pada unit yang berada di wilayah padat penduduk dengan lahan terbatas.

Kesiapan Operasional di Sukoharjo

Ketua SPPI Kabupaten Sukoharjo, Malik Ibrahim, memaparkan data kesiapan unit di wilayahnya:
* Total Unit: 84 SPPG.
* Siap Operasional: 76 unit sudah running.
* Status Sisanya: Dalam tahap penyelesaian administrasi.

Menghadapi bulan Ramadan yang tinggal sepekan lagi, Malik memastikan pelayanan tetap berjalan dengan penyesuaian menu. "Kami siapkan menu kering bergizi seperti roti basah, kurma, buah, susu, telur rebus, dan kacang-kacangan," jelasnya.

Layani 1.700 Penerima Manfaat

Kepala SPPG Sukoharjo 08 Cangkol, Andika Nur Ahmad, menjelaskan bahwa operasional penuh akan dimulai pada Selasa, 10 Februari 2026.

"Sasaran kami mencakup siswa PAUD, TK, SD, SMP, hingga tenaga pendidik. Total ada 1.700 penerima manfaat, dengan target awal 1.000 porsi di minggu pertama," ungkap Andika. Unit ini didukung oleh 37 karyawan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Hadirnya SPPG di Mojolaban diharapkan menjadi garda terdepan dalam pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus menjadi percontohan tata kelola lingkungan yang bersih di tingkat desa.