Sousei Kagura Jepang Bawa Misi Damai di Kota Solo

Sabtu, 21 Februari 2026 17:06 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001386471.jpg
Kunjungan kebudayaan Sousei Kagura Jepang di Keraton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — komunitas budaya asal Jepang, Sousei Kagura Japan, melakukan kunjungan budaya selama lima hari di Kota Solo, 18–22 Februari 2026. Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh sang Maestro, Master Omote Hiroaki, membawa misi khusus yakni perdamaian dunia melalui kolaborasi seni dan ritual lintas budaya.

Perwakilan Kagura Indonesia, I Dewa Nyoman Arka, menjelaskan bahwa Solo dipilih sebagai destinasi utama setelah tahun sebelumnya mereka menyambangi Bali. Kagura sendiri merupakan kesenian ritual yang sudah memasuki generasi ke-80 dan telah berkeliling ke 20 negara, termasuk rencana kunjungan ke Los Angeles bulan depan.

Ritual Doa dan Pembersihan Diri

Selama di Solo, rombongan yang terdiri dari 24 orang dengan latar belakang profesor, artis, seniman, hingga guru besar ini melakukan serangkaian kegiatan spiritual. Mereka mengawali kunjungan dengan mendoakan arwah para pahlawan di Taman Makam Pahlawan, disusul dengan kunjungan ke Candi Sukuh

"Di Sukuh, energinya sangat luar biasa. Kami merasakan penyatuan antara Bumi Pertiwi dan Angkasa. Itu tempat yang sangat sakral bagi kami," ujar Dewa Nyoman Arka.

Rombongan juga bertolak ke Umbul Ngabean, Pengging, untuk melaksanakan ritual berendam (kungkum). Ritual ini bertujuan untuk melepas energi negatif dari dalam diri manusia dan dunia agar kembali bersih secara jasmani maupun rohani.

Kolaborasi Budaya di Keraton Solo

Puncak kunjungan mereka ditandai dengan sowan ke Keraton Kasunanan Surakarta. Rombongan diterima dengan hangat dan dijamu secara khusus oleh pihak Keraton, yakni GKR Wandansari atau Gusti Moeng. 

Master Omote Hiroaki mengaku sangat terkesan dengan kelestarian peninggalan sejarah di Keraton Solo yang masih terjaga dengan sangat baik.

"Benda budaya dan kebudayaan itu dijaga dengan baik, saya sangat terkesan." Ungkap Hiroaki dengan bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh Dewa. 

Sebagai bentuk pertukaran budaya, Japan Art Sousei Kagura menggelar kolaborasi tari bersama Sanggar Semarak Candra Kirana yang pimpinan seniwati Irawati Kusumorasri. Pementasan ini memadukan gerakan Kagura Jepang yang sudah dimodifikasi agar menarik bagi generasi muda, dengan tarian lokal Solo.

Misi Perdamaian keliling dunia

"Visi kami adalah perdamaian dunia lewat kolaborasi. Kami tidak ingin tampil sendiri, harus ada budaya lokal di setiap tempat yang kami kunjungi," tambah Dewa.

Sousei Kagura sendiri melakukan misi perdamaian dan kebudayaan dengan berkeliling dunia. Sebelumnya mereka sudah mendatangi berbagai negara seperti Jerman, Italia, Spanyol, hingga Korea. Di Indonesia sendiri sudah dua kali berkunjung yakni tahun lalu di Bali dan tahun ini di Solo.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya di mata internasional dan menarik wisatawan.