AI
Kamis, 02 Juli 2026 11:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Misi pendidikan Islam berkemajuan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman tanpa harus kehilangan jati diri yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Solo, Sri Sayekti, Kamis (2/7/2026).
Sri Sayekti menjelaskan bahwa SMP PKBS Solo hadir sebagai rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System yang memadukan sistem boarding dan fullday.
“Sekolah ini mengintegrasikan standar nasional Kurikulum Nasional dengan tradisi intelektual pesantren melalui Kitab Turats, serta keunggulan teknologi digital masa depan lewat program Smart School.” Ungkap Sri Sayekti.
Melalui sistem ini, sekolah berkomitmen mencetak Generasi Ulul Albab yang mandiri, tangguh, menguasai IPTEK, dan fasih berbahasa internasional dengan tetap berpijak pada nilai tauhid serta prinsip Kemuhammadiyahan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah mengusung tagline "Smart School, Syar'i Soul". Penggunaan rima yang ritmis ini sengaja dipilih agar lebih catchy dan mudah diingat oleh masyarakat luas.
Sebagai salah satu anggota Penjaminan Mutu Pendidikan Muhammadiyah Pimpinan Pusat, Sri Sayekti menyarankan warga sekolah untuk berpegang pada tujuh prinsip utama demi mewujudkan sekolah yang berkualitas, inklusif, dan adaptif. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di seluruh elemen sekolah karena kemajuan nyata tidak akan tercapai jika guru dan staf masih terjebak dalam fixed mindset.
Lebih lanjut, ia memaparkan tujuh kunci sukses agar sekolah dapat berkembang maju, meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen doa.
Menurutnya, kesuksesan sebuah lembaga pendidikan 95 persen ditentukan oleh pola pikir dan karakter, sementara strategi hanya mengambil porsi 5 persen. Sekolah berkemajuan harus dimulai dari mimpi besar yang terukur, mulai dari kesuksesan PPDB, pengelolaan anggaran yang cermat, hingga program pendidikan yang adaptif terhadap potensi sekolah.
Bagikan